Selasa, 10 November 2009



TEMA : REMAJA DAN SPIRITUALITAS

Remaja Berkualitas
dengan Spiritualitas yang Mantap
Masa remaja adalah saat dimana mereka mempunyai keinginan kuat untuk mengadakan interaksi sosial dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan dan kepercayaan dari lingkungannya. Dan saat itulah remaja memiliki keinginan untuk membangun kemandiriannya dan ingin terlepas dari pengawasan orangtua. Oleh karena itu remaja sangat perlu diberikan pembekalan- pembekalan , terutama yang bersifat sipritual dan keagamaan. (Drs. Triyono Budi Sasongko, Msi- Bupati Purbalingga)
Ketika seseorang mulai meniggalkan masa kecilnya, ia akan melangkah menuju proses kedewasaan. Proses inilah yang di kenal dengan dunia remaja. Pada tahap remaja nantinya akan terjadi sesuatu persiapan dan pembelajaran yang akan menentukan orang tersebut mampu menjalani masa dewasanya secara sempurna atau tidak. Hal ini nantinya akan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor keluarga dan lingkungan.
Dalam hal ini keluarga mempunyai peran penting untuk menentukan siap atau tidaknya seorang remaja menuju ke tahap dewasa. Karena, dari keluargalah semuanya berakar. Seperti yang dilontarkan oleh bupati Purbalingga tadi, ketika menuju proses kedewasaan, remaja akan mempunyai keinginan kuat untuk mengadakan interaksi sosial dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan dan kepercayaan dari lingkungannya.
Cara-cara yang digunakan untuk berinteraksi pun beraneka macam ragam. Menurut apa yang mereka dapatkan selama mereka masih terikat dengan keluarga. Seorang remaja akan berinteraksi secara positif jika pembelajaran yang diterimanya dari keluarga juga positif. Sebaliknya, dia akan mengapresiasikan tingkahnya yang tidak sesuai dengan sebenarnya apa bila pembelajaran yang dia terima dari keluarganya negatif.
Sebagai langkah awal untuk menciptakan keharmonisan dalam berinteraksi yang sesuai dengan tuntutan sebenarnya adalah dengan menanamkan nilai-nilai spriritualitas dan keagamaan ke dalam benak si anak ketika menuju proses kedewasaan. Tidak dapat dipungkiri, nilai spiritualitas inilah yang nantinya akan menentukan mampu tidaknya seorang remaja berinteraksi secara sempurna dengan makhluk sosial dalam beragam situasi.
Masa remaja adalah masa yang paling menentukan. Karena pada masa itulah remaja cenderung lebih suka menyimpang dari aturan yang sebenarnya. Seandainya dia tidak ditanamkan hal-hal yang bersifat spiritualitas atau agama sejak dini, maka kecenderungan untuk menyimpang itu akan menjadi kenyataan. Seorang remaja yang tidak dibekali agama sebagai pondasi dalam mengarungi kehidupan ini, dapat dipastikan dia tidak akan mampu melewati masa dewasanya secara sempurna.
Banyak potret dan realita yang selama ini bertebaran mengenai remaja yang salah langkah. Baik di media cetak, elektronik maupun yang kita saksikan secara langsung. Terlebih remaja yang hidup kota-kota besar. Nilai spiritualitas dalam diri mereka mulai memudar. Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh masih kurangnya perhatian khusus yang diberikan oleh orang tuanya. Seorang remaja putri yang keluyuran tengah malam sudah dianggap sebagai tren, sebagai sebuah kebisaaan. Tidak ada larangan dari pihak orang tua. Namun, pernahkah sebahagian orang tua yang mengijinkan putrinya untuk keluar tengah malam bersama sang pacar menyadari akan efek negatif yang siap menerjang keluarga mereka kapan saja? Namun, kenyataan yang kita dengar dan saksikan adalah, orang tua dalam hal ini yang seharusnya menanamkan nilai-nilai spiritualitas untuk menyelamatkan putrinya dari bahaya yang akan segera menghantam hanya menyambutnya dengan sebuah senyuman. Orang tua seperti ini bisaanya hanya memikirkan bagaimana supaya putri atau putranya bahagia. Padahal, jika kita telaah lebih dalam, kebahagian yang mereka anggap selama ini adalah sebuah bencana.
Itulah pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua dalam menaburkan benih-benih spiritualitas bagi sang anak yang akan melewati masa remajanya. Apabila hal ini diindahakan oleh orang tua selaku guru bagi sang anak, maka dapat dipastikan baik orang tua maupun sang anak akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Kebahagian yang sebenarnya.
Beranjak dari faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal pun menjadi faktor yang sangat menentukan mampu atau tidaknya sang anak melewati masa remajanya sebagaimana yang diharapkan orang tua umumnya. Seorang anak yang tinggal dilingkungan pengajian ataupun pesantren-pesantren akan mendapatkan nilai spiritualitas secara sempurna. Mereka telah menemukan alasan mengapa dan untuk apa mereka hidup sebenarnya. Hampir tiap waktu yang mereka lewati selalu diiringi oleh benih benih spiritualitas yang ditaburkan oleh gurunya maupun yang mereka dapatkan sendiri antara sesama santri dan hasil bacaan dari berbagai macam kitab dan buku agama.
Santri-santri inilah yang nantinya akan menjadi remaja berkualitas yang akan siap menghadapi berbagai macam permasalahan hidup. Mereka tidak hanya menggunakan logika untuk berpikir, namun mereka juga akan menggunakan pemahaman mereka mengenai spiritualitas sebagai peta dari semua permasalahan. Dalam hal ini, Al-Quran dan Hadits yang akan ambil peran sebagai pegangan hidup bagi mereka.
Lagi-lagi santri inilah yang akan menjadi remaja berkualitas. Mereka akan maju menuju masa dewasa dengan bekal yang telah ditanamkan dalam dirinya sejak kecil. Dengan bekal inilah nantinya santri tersebut akan hidup menggantikan oknum pemimpin-pemimpin kita yang perkataannya bertentangan dengan perbuatan yang dilakukannya. Santri ini juga yang akan menunjukan bukti dari janjinya. Hal ini disebabkan karena santri tersebut telah mempunyai nilai spiritualitas yang mantap dalam sanubarinya.
Berbeda dengan remaja yang hidup jauh dari aroma keagamaan. Mereka tidak tahu untuk apa dan mengapa mereka harus hidup. Mereka tidak mempunyai ilmu untuk menjawabnya. Mereka lebih suka mengabaikannya dari pada harus memikirkan hal yang menurut mereka sangat tidak masuk akal dan buang-buang waktu percuma.
Sebagai contoh, sebuah dialog unik yang penulis peroleh dari www.spiritual world. Com memperdebatkan tentang asal usul manusia. Seorang penganut agama Islam mengatakan asal manusia itu ialah dari Adam dan Hawa yang diciptakan oleh Allah tuhan semesta Alam. Sedangkan, peserta dialog lain menyebutkan asal manusia itu berawal dari proses. Maksudnya, kita ada karena adanya proses pembuahan sperma dan ovum. Masalahnya, ovum dan sperma itu sendiri berasal dari manusia. Manusia itu sendiri dari mana asalnya, peserta ini hanya menjawab dari orang sebelumnya. Dia mengatakan tidak punya waktu untuk berpikir tentang siapa nenek moyang kita sebenarnya.
Itulah cerminan yang diberikan oleh orang-orang yang tidak mempunyai nilai spiritualitas. mereka merasa tidak mempunyai tujuan hidup yang sebenarnya. Namun, bagi kita yang memilki pegangan agama yang kuat, kita akan menyadari bahwa hidup ini hanyalah tempat persinggahan semata. Sehingga kita akan berusaha mengumpulkan amal sebanyak mungkin sebagai bekal untuk menyongsong hari esok yang lebih berarti.
Seorang Brahma Kumeri Sudesh mengatakan spiritualitas itu adalah hatinya agama. Tanpa adanya spiritualitas, agama tidak akan mampu menjadi pegangan hidup bagi seseorang. Karena, sebenarnya agama atau kepercayaan itu ada karena adanya spiritualitas. Sebagai contoh, seseorang yang hidup dalam pagar agama menyakini akan adanya kehidupan setelah kematian. Akan adanya surga dan neraka. Dengan demikitan mereka akan menyelimuti dirinya dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk memperoleh kebahagian yang abadi dikehidupan setelah kematian.
Sadar atau tidak, ketika remaja-remaja yang telah mempunyai benih-benih spiritualitas yang mantap tadi mencoba menelusuri kehidupannya dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan agama, maka mereka telah membentengi diri dari hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Misalnya, agama melarang seseorang untuk berbuat maksiat. Apakah itu mabuk-mabukan, pelecehan seksual, penipuan dan sebagainya. Otomatis remaja tadi juga akan terhindar dari yang diharamkan oleh agama tadi. Dengan demikitan, kehidupan harmonis yang didam-idamkan pun akan menjadi kenyataan.
Selain faktor keluarga dan lingkungan yang menyebabkan ada tidaknya nilai spiritualitas dalam diri seseorang, ada beberapa alasan lain mengapa sebahagian orang khususnya remaja tidak menjadikan agama sebagai peta kehidupan mereka. Diantaranya adalah, ingin memperoleh kebebasan hidup, mempunyai ego yang tinggi serta tidak mempunyai pengetahuan tentang spiritualitas itu sendiri.
Ingin memperoleh kebebasan hidup. Inilah salah satu alasan mengapa remaja sekarang begitu jauh dengan agamanya. Mereka merasa repot untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang dituntut dalam agamanya. Mereka menganggap buang-buang waktu percuma dengan ibadah itu. Misalnya, islam menyuruh umatnya untuk berpuasa di bulan ramadhan. Dengan berpuasa berarti kita harus menahan lapar, dahaga dan segala sesuatu yang dapat membatalkannya. Nah, ini sungguh berat dilaksanakan bagi mereka yang jauh dari ajaran islam. Mereka membayangkan harus menahan lapar dan haus seharian penuh. Ini sungguh melelahkan tentunya. Oleh karena itu mereka memilih jauh-jauh dari islam agar tidak perlu berpuasa. Mereka beranggapan agama itu sama dengan menyiksa. Padahal, jika saja mereka mengetahui makna dan hikmah yang didapatkan dari berpuasa, mereka akan sangat bersyukur memilih islam sebagai agamanya.
Kebebasan hidup yang mereka pilih, dianggap sebagai sebuah kebahagiaan. Selain tidak perlu mengerjakan ibadah-ibadah yang diwajibkan, mereka juga merasa tidak perlu melaksanakan aturan-aturan yang telah digaris bawahi oleh setiap agama. Padahal, kebahagian yang mereka anggap adalah kebahagian semu. Kebahagian itu juga yang nantinya akan berubah menjadi bencana bagi mereka. Hidup mereka tidak mempunyai aturan atau sanksi selain dari negara. Mereka tidak memilki peta kehidupan. Jadi, cepat atau lambat, mereka akan menemui jalan buntu yang dapat menghancurkan diri mereka.
Faktor lainnya adalah ego tinggi yang bersemanyam dalam diri mereka. remaja-remaja seperti ini mengangggap dirinyalah yang paling benar. Sehingga mereka tidak dapat menerima spiritualitas itu sebagai kebenaran sejati. Mereka lebih mengedepankan orasi-orasi yang keluar begitu saja tanpa sumber yang jelas. Remaja seperti ini bisaanya benar-benar akan kehilangan masa dewasanya. Dia melewati masa remajanya tanpa aturan yang jelas, sehingga masa dewasanya pun akan kalang kabut.
Ketidaktahuan sebahagian dari mereka tentang spiritualitas itu sendiri juga diakibatkan beberapa faktor. Diantaranya adalah orang tuanya yang juga anti spiritualitas dan faktor disekitar yang kurang mendukung. Ini adalah suatu hal yang menyedihkan. Seorang anak yang dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang anti spiritualitas (atheis), kebanyakan anaknya juga demikitan. Mulai dari usia dini orang tuanya telah mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan kejadian sebenarnya. Sehingga pola pikir sianak juga sama dengan orang tuanya. Namun, kemungkinan anak tersebut untuk berubah, meninggalkan atheis juga masih mempunyai kesempatan. Pun demikitan, perlu usaha keras untuk mengubah pola pikir anak tersebut.
Selain orang tua, faktor tempat tinggal sianak juga sangat menentukan. Apabila orang tuanya termasuk kedalam orang-orang yang memiliki kepercayaan, sedangkan orang-orang disekitarnya penganut paham atheis, maka kacenderungan anak ini untuk menjadi atheis atau sekurang-kurangnya jauh dari kepercayaan orang tuanya dapat menjadi kenyataan. Apalagi ketika sianak memasuki usia remaja, tentunya kecenderungannya untuk menyimpang akan semakin tinggi. oleh karena itu diperlukannya ketegasan orang tua untuk mendidik anak dalam hal ini.
Beranjak dari fakor-faktor tadi, sebenarnya masih banyak pemeluk agama atau yang mengaku dirinya telah insane beragama mendapatkan nilai spiritualitas dalam batinnya yang menyimpang. Tidak perlu jauh, di Indonesia contohnya. Indonesia tidak menerima penduduk yang tidak mempunyai kepercayaan (atheis). Tapi, pelanggaran atau perbuatan tercela masih saja menjadi menjadi bingkai indah disetiap halaman surat kabar disetiap harinya. Kasus perampokan, pemerkosaan, penipuan, korupsi yang merajalela dan lain sebagainya selama ini telah menjadi bumbu-bumbu laris disetiap media cetak, elektronik maupun yang kita saksikan secara langsung. Mengapa hal ini masih saja terjadi? Bukankah mereka telah mengandung nilai spiritualitas yang dapat menjaga mereka dari semua perbuatan itu? Pertanyaan demikitan akan terus menghujam kita. Jawabannya mudah saja. Lagi-lagi masa remaja mereka tidak dilewati secara sempurna. Aturan dan hukum yang seharusnya dapat menjadi perisai telah berubah menjadi senjata yang mematikan. Inilah orang-orang yang masa remajanya hanya menganggap agama hanya sebatas simbol. Sebagai lambing, tanpa memaknainya. Mereka dengan bangganya mengaku dirinya islam. Tapi aturan islam tidak mereka tegakkan. Malah mereka mencoba untuk melakukan berbagai macam apresiasi yang nantinya malah melecehkan islam itu sendiri. Inilah generasi-generasi yang telah merusak bangsa atas nama agama.
Remaja berkualitas ialah remaja yang telah memiliki spiritual yang mantap. Mereka telah mampu membedakan yang benar dan yang salah. Mana yang boleh dilakukan dan yang tidak. Kalau hanya mampu membedakan secara lisan tapi tidak dengan perbuatan, belum dapat dikatakan remaja berkualitas. Dengan berharap makin banyaknya generasi berkualitas selanjutnya penulis mempunyai beberapa solusi untuk tetap berada pada jalan yang benar dalam rangka memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Diantaranya adalah menjaga pergaulan, menunjung tinggi ajaran-ajaran agama, serta menigkatkan iman kepada tuhan yang maha kuasa.
Pergaulan sangat menentukan seorang remaja itu bisa disebut berkualitas bagi masa yang akan datang atau tidak. Karena pada pergaulan tersebutlah seorang remaja yang dulunya dianggap baik, jujur serta taat beribadah menjadi sosok yang jahat, brutal, suka berbohong dan sebagainya. Sebaliknya juga demikitan. Seorang remaja yang dulunya tidak tentu arah berubah menjadi sosok yang dikagumi. Oleh karena itu, penulis berharap bagi teman-teman yang remaja tentukanlah pergaulan yang baik mulai sekarang, karena pergaulan itulah yang akan membuktikan wujud Anda sebenarnya. Apabila Anda salah langkah dalam pergaulan, maka bersiap-siaplah masa remaja Anda akan menjadi sesuatu yang kelam. Sesuatu awal dari kehancuran Anda.
Untuk menjadi remaja berkualitas, menjunjung tinggi ajaran agama merupakan suatu keharusan. Kita harus menyadari, bahwa kehadiran kita di muka bumi ini bukan tanpa sebab dan tujuan. Agama telah memberitahukan alasan dan apa yang harus kita lakukan selama kaki kita masih berpijak di bumi ini. Oleh karena itu, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai spiriualitas dalam agama untuk mencapai tujuan mengapa kita harus hidup. Kita menjunjung tinggi ajaran agama bukan hanya dapat membedakan suatu kebatilan dengan kebaikan, melainkan kita harus mampu menggerakkan bagian tubuh kita untuk melaksanakan apa saja yang diperintahkan oleh agama. Apabila tidak, maka kita akan dianggap sama dengan orang-orang yang mempunyai paham atheis. Bedanya, mereka tidak membenarkan tentang adanya nilai spiritualitas dalam agama, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk memiliki kepercayaan tentang agama tertentu. Apalagi melaksanakan aturan-aturannya. Oleh karena iu, marilah mulai sekarang kita perkuat genggaman tangan untuk menjunjung tinggi ajaran agama terutama nilai spiritualitas yang terkandung dalam agama tersebut.
Tingkat keimanan seseorang juga sangat penting dalam beragama. Tingkat keimanan ini bisa tinggi ataupun rendah. Tergantung kepada situasi dan kondisi yang sedang dialami seseorang. Ketika kita berada dalam suatu kondisi kritis yang akan mempertaruhkan iman kita, dengan mudahnya kita drop apabila tingkat keimanan yang kita miliki belum memadai. Namun, sebaliknya kita akan tetap bertahan dalam kondisi apapun apabila iman yang kita miliki sudah mantap. Oleh karena itu, mulai sekarang, mulai saat ini marilah kita bangkit menuju suatu perubahan dalam rangka meningkatkan kembali iman kita terhadap ajaran agama kita. Dengan demikian kita akan dapat melewati permasalahan hidup ini secara sempurna. Kaerna yakinlah bahwa kita adalah sekelompok remaja yang berkualitas dengan spiritualitas yang mantap.

Authorized By:
Muslim Ramli
SMAN Modal Bangsa Prov. NAD
Jl. Bandara Sulthan Iskandar Muda, Km 12,5 Blang Bintang-Aceh Besar-NAD
Hp. 0852 7719 4064
BIODATA

Nama : Muslim Ramli
Tempat Tgl Lahir : Sigli, 22 Juni 1990
Alamat : Asrama SMAN Modal Bangsa NAD
Jl. Bandara Sultan Iskandar Muda KM 12,5 Blang Bintang- Aceh Besar-NAD
Sekolah : SMAN Modal Bangsa
Telp. Sekolah : (0651)27557
Kode POS : 23372
Kelas : XII IA 1
HP : 0852 7719 4064
Email : nayramosa@yahoo.com

Rabu, 11 Maret 2009

Ukhti, Kau Kemanakan Hijabmu?


Buah nangka yang sudah dibelah, selain akan kehilangan cita rasa, aroma dan keistimewaan yang dimiliki, juga tidak akan selamat dari serbuan lalat dan serangga lainnya. (Hijab dalam Syariat Islam, Rabiah Adhawiah Beik).
Itulah sebuah anologi yang dikembangkan oleh Rabiah Adhawiyah Beik dalam bukunya Hijab dalam syariat Islam. Yang menjadi permasalahan disini adalah apakah Anda termasuk Buah nangka yang sudah dibelah kemudian dibiarkan beberapa saat hingga sang lalat dan serangga datang untuk menikmatinya? Hanya Anda dan Allah yang tahu jawabannya. Sungguh berbahagia bagi Anda yang memilih buah nangka yang belum terbelah hingga saatnya, karena akan terbebas dari serangan lalat dan serangga nakal yang siap menghancurkan masa depan Anda.
Makna tersirat yang terkandung dalam analogi tersebut adalah kaum hawa yang melalaikan hijabnya akan bernasib sama seperti buah nangka tadi. Ketika mereka selalu memamerkan kecantikan dan keindahan tubuhnya, laki-laki hidung belang dan makhluk jenis ini akan segera datang untuk menikmatinya.
Beranjak dari buah nangka tadi, tak terasa sudah tujuh tahun lamanya Dinas Syariat Islam Nanggroe Aceh Darussalam berkiprah. Belum banyak perubahan yang terjadi. Bahkan semakin hari tingkah manusia semakin menjadi-jadi. Berbagai macam apresiasi yang melecehkan Islam mereka pertontonkan. Mulai dari cara berpakaian hingga tingkah laku yang tidak sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Rasullullah SAW pun mereka tonjolkan. Sekilas tidak ada bedanya lagi antara wanita dan pria. Cara bertingkah laku dan jenis pakaian yang mereka gunakanpun nyaris sama.
Banyak alasan untuk berkilah demi tetap menjaga penampilan. Mereka menganggap menggunakan pakaian tertutup seperti yang diajarkan islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Kata-kata “kuno” ataupun “kampungan” kerap mereka gunakan sebagai sanggahan untuk menghindari dari pakaian ataupun hijab seperti yang diserukan oleh Islam. Padahal Islam tidak pernah melarang umatnya untuk mengikuti mode asalkan mode itu sendiri tidak terlepas dengan ajaran Islam.
Sebuah realita dan kenyataan tentang buah nangka yang terbelah sedang menjamur di negeri Islam (Aceh). Sungguh tidak etis sebuah provinsi yang dinobatkan darussalam berpenghuni muda-mudi perusak harapan agama dan bangsa. Mereka, khususnya kaum hawa dalam hal ini selaku penyebab datangnya lalat dan serangga. mereka memang menggunakan hijab. Tapi hijab, penutup atau pakaian yang sering dipakai adalah celana jeans ketat, kemeja gantung dan jilbab yang agak mini sehingga kalau tersibak angin, maka leher atau rambut akan jelas terlihat. Atau pakaian dan jilbab yang dikenakan sudah menutupi seluruh tubuh, tetapi masih menggambarkan bentuk tubuh dengan jelas. Pakaian model ini disebut-sebut sebagai hijab gaul atau hijab modis. Mungkin pemakai jilbab ini tidak paham mana batasan hijab yang sebenarnya atau bisa jadi ia tahu tapi tidak mau mengamalkannya dengan alasan tertentu.
Menurut Hujjatul Islam Salamian dalam blognya (http//salamian.com), hijab wanita memiliki dua aspek. Positif dan negatif. Yang dimaksud dengan aspek positif adalah kewajiban menutupi tubuh, sedang aspek negatif adalah keharaman menampakkan tubuh di hadapan non muhrim. Kedua aspek ini harus selalu terwujud secara bersama-sama sehingga apa yang disebut dengan hijab islami dapat terwujud. Mungkin saja aspek pertama telah terpenuhi tetapi aspek kedua tidak, maka dalam hal ini tidak dapat dikatakan bahwa hijab islami telah terwujud. Terkadang, kita menyaksikan wanita berhijab mengenakan pakaian sedemikian rupa yang memberikan keindahan khusus pada tubuhnya. Ketika pakaian itu menempel di tubuhnya maka keindahan tubuhnya semakin terlihat, malah seolah-olah ia tidak memakai pakaian sama sekali. Nauzubillahi min zalik.
Beberapa faktor yang menyebabkan kaum hawa meniggalkan hijab yang sesungguhnya diantaranya adalah ingin memamerkan diri atau mencari perhatian dari kaum lelaki, pengaruh dari budaya luar dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menggunakan hijab.
Rasa ingin diperhatikan ini biasanya timbul dari kalangan ABG. Mereka akan tampil semaksimal mungkin untuk merebut cintanya kaum adam (hukum alam). Kadang kala sadar atau tidak mereka telah melewati batas yang digariskan oleh islam. Mereka telah melangkahi sesuatu yang sebenarnya harus dipertahankan.
Pengaruh budaya luar pun menjadi penyebab mengapa banyaknya saudari-saudari kita di Aceh mendekati atau bahkan telah mendapat julukan buah nangka berserangga. Selama ini mereka mengganggap sesuatu yang terjadi di barat harus ditiru. Apabila tidak, mereka akan mendapat julukan kampungan, kuno, ketinggalan zaman dan sebagainya. Faktor inilah yang cepat ataupun lambat juga akan menghancurkan generasi islam selanjutnya.
Kurangnya pengetahuan tentang hijab juga menjadi faktor seorang wanita menjadi buah nangka berserangga atau tidak. Mereka tidak mengerti bagian mana saja yang harus di tutupi. Seperti yang dikatakan oleh Rahbar Mulia Revolusi, ”Banyak sekali wanita muslimah dan mutadayyin yang revolusioner, tetapi masalah hijab bagi mereka masih belum jelas. Meski mereka tetap memperhatikan batasan hijab tetapi sesungguhnya di dalam benak mereka, hijab masih merupakan suatu masalah yang membutuhkan jawaban…”. Namun, ketika mereka menggap hijab itu sebagai suatu masalah yang membutuhkan jawaban, sebahagian dari mereka tidak begitu tertarik untuk mengetahuinya. Mereka lebih senang di sebut buah nangka berserangga dari pada dijuluki kampungan, kuno dan sebagainya.
Itulah kaum hawa sekarang. Berbeda jauh dengan masa Rasullullah SAW. Padahal, dulunya wanita itu di pinggirkan. Mereka dianggap golongan yang paling rendah. Sehingga apabila mereka lahir ke dunia diharuskan membunuhnya. Tapi Rasullullah datang mengangkat kembali derajat wanita yang sempat terinjak-injak oleh penduduk jahiliyah waktu itu. Tapi, pernahkah Anda selaku kaum hawa khususnya bersyukur akan semua itu? Pernahkah Anda menjaga harkat dan martabat Anda yang kian hari kian memprihatinkan? Rentetan pertanyaan itu akan terus menghujam kita, khusunya saudari-saudari kita di tanah bertuah Nanggroe Aceh Darussalam ini.
Ketika fakor penyebab hancurnya moral dan akhlak muda-mudi khususnya kaum akhwat ini terus dipertahankan, maka akan menimbulkan efek negatif yang luar biasa, terutama bagi dimensi pribadi, sosial dan keluarga.
Bagi dimensi pribadi, akan terjadi kerusakan jiwa, penurunan akademis, terjadinya pelecehan seksual, berkurangnya nilai kewanitaan yang seharusnya dilindungi serta sebagai sarana terciptanya akhlak yang tercela.
Hilangnya hijab dalam kehidupan akan terjadinya kerusakan jiwa, karena yang namanya manusia tidak akan pernah merasa puas. Analoginya, seorang oknum pejabat yang kaya raya tetap akan mengumpulkan harta sebanyak mungkin, apakah itu melalui jalan halal ataupun haram. Begitu juga dengan pelaku maksiat yang meninggalkan hijabnya. Ketika mereka merasa kurang diperhatikan, maka mereka akan mengapresiasikan penampilannya melebihi sebelumnya. Hal ini akan terus berlanjut apabila tidak adanya sikap untuk menghentikannya.
Pengaruh lainnya dari sosok buah nangka berserangga adalah penurunan akademis. Percaya atau tidak, pikiran remaja sekarang terbagi menjadi dua. Pertama pelajaran di sekolah atau di kampus, dan yang kedua mode yang lagi nge-trend. Mereka takut ketinggalan informasi mengenai hal-hal terbaru dalam mode apabila terlalu serius dalam hal pendidikan. Inilah salah satu faktor mengapa pendidikan Indonesia berjalan begitu lambat dibandingkan Negara-negara lainnya.
Pelecehan seksual. Ini kerap terjadi dikalangan remaja. Banyak lalat dan serangga nakal yang menemukan mangsanya. Sebenarnya lalat ataupun serangga nakal ini tidak perlu repot-repot mencari mangsa. Karena mangsa itu sendiri yang menghampiri mereka. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pemerintah Amerika, hampir tiap tahunnya terjadi 1.342 kasus pelecehan seksual. Dan ini terus bertambah dari waktu kewaktu. Apakah kasus seperti ini akan terjadi di tanah bertuah Nanggroe Aceh Darussalam ini? Jawabannya mungkin, apabila buah nangka berserangga terus kita pelihara. Dapat di prediksikan beberapa tahun mendatang kasus yang terjadi di Amerika akan melanda tanah darussalam ini apabila tidak segera diantisipasi.
Berkurangnya nilai moral terhadap buah nangka berserangga pasti akan terjadi. Sebuah pembuktian tentang catatan sejarah yang dituangkan seorang wanita bule yang berkebangsaan Australia yang ditahan beberapa waktu lalu karena terlibat kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Bali. Ketika itu wanita ini dijeruji besikan bersama tahanan lainnya. Sebuah kejadian naas terjadi. Perkosaan besar-besaran yang dilakukan oleh petugas/ sipir penjara menimpa seluruh tahanan wanita. Namun wanita tadi yang berprofesi sebagai model dan hobi mengenakan pakaian seksi selamat. Ternyata terdapat sebuah rahasia dibalik keselamatannya. Wanita non-muslim ini, menggunakan hijab yang nyaris sama dengan yang digunakan oleh orang-orang islam di timur tengah. Sehingga ia pun selamat dari peristiwa yang lagi-lagi melibatkan lalat dan serangga nakal.
Cerita tentang wanita tadi cukup untuk menjadi bukti akan kekuatan hijab sebenarnya. Rasullah pernah bersabda yang artinya “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.” Hadits inilah telah membuktikan salah satu fungsi hijab yaitu sebagai pelindung untuk menjaga kesucian tiap pribadi kaum hawa. Oleh karena itu, apakah Anda masih ragu untuk mengamalkannya dalam kehidupan Anda?. Berapa banyak lagi fakta yang harus penulis paparkan demi mencapai sebuah perbaikan?
Seperti yang penulis ungkapkan sebelumnya, selain mempunyai pengaruh negatif terhadap dimensi pribadi, juga mempunyai efek negatif di pihak dimensi sosial dan keluarga. Penguruh jelek yang ditimbulkan oleh buah nangka berserangga di dimensi sosial diantaranya adalah menimbulkan pandangan tidak senonoh dari masyarakat sekitarnya, sehingga akan terjadi berbagai macam reaksi yang nantinya dapat memicu permasalahan baru. Misalnya, dengan kehadiran seorang wanita yang tidak sempurna menggunakan hijabnya, maka sebahagian kaum adam yang melihatnya dapat memicu nafsu dan syahwatnya. Kejadian yang tidak diharapkan pun terjadi disini. Layaknya, buah nangka yang di serbu oleh lalat dan serangga seperti analogi yang dipaparkan oleh Rabiah Adhawiyah tadi.
Selain itu dampak buruk lainnya yang timbul di dalam keluarga diantaranya adalah kurangnya minat untuk menikah. Mungkin diantara Anda berpikir, apa hubungannya menggunakan hijab dengan menikah? Sebenarnya kalau kita telusuri secara mendetil, sangat erat hubungan keduanya. Apabila seorang wanita yang gemar membungkus badanya, kenikmatan yang ada didalam dirinya telah lenyap. Dengan mudahnya dia dapat merasakan hubungan seksual tanpa harus menikah. faktor inilah yang nantinya akan menjadikan wanita tadi merasa tidak perlu lagi menikah. karena menurutnya sama saja menikah atau tidak. Tapi berbeda dengan kaum akhwat yang menjaga dirinya dengan hijab. Mereka akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa ketika nantinya mereka menikah. kenikmatan dalam berhubungan, kenikmatan membina rumah tangga dan sebagainya. Itulah perbedaan kaum akhwat yang pandai menjaga dirinya dengan kaum akhwat yang mendapat predikat buah nangka berserangga.
Sederetan catatan mengenai kerugian dari melepaskan hijab telah penulis paparkan. Apakah Ukhti rasa itu semua belum cukup untuk mengatakan hijab itu adalah pemberian Allah sebagai pelindung unuk menyongsong kebahagian dunia dan akhirat nanti? Bagi Ukhti yang menyadari akan kesalahan masa lalu, mulai sekarang bangkitlah dengan hijab dan semangat baru untuk menjemput karunia Allah yang telah lama tersimpan didalam lemari hati. Bukalah pikiran dan hati Ukhti dengan mengawalinya membaca basmallah dan menggunakan hijab sebagai kuncinya. Karena refleksi tujuh tahun syariat Islam di Aceh tidak akan ada artinya apabila tidak diiringi sebuah perubahan dari penduduknya.
Untuk langkah awal dalam rangka menimbun kebali dosa-dosa masa lalu, penulis mempunyai beberapa langkah selaku pencegahan yang harus dipahami dan disikapi oleh saudari-saudari di Aceh khususnya. Diantaranya adalah menerapkan metode pengetahuan tentang hijab itu sendiri dan metode berprilaku yang benar menurut ajaran Islam. Maksudnya, bagi orang tua hendaklah mulai mengenalkan hijab kepada anaknya sejak usia dini, karena dari usia dinilah karakter sianak mulai terbentuk. Dengan demikian ketika beranjak dewasa sianak akan tetap terjaga dalam lingkungan islami.
Selanjutnya memberikan pandangan yang benar. Maksudnya kaum akhwat harus benar-benar menyadari bahwa Islam telah memberikan hijab sebagai pelindungnya, dengan demikian kita harus mampu menggunakan pelindung itu sebaik-baik mungkin. Kita harus tau bagaimana cara menggunakannya, batas-batasanya, dan kapan pelindung itu bisa di lepas atau tidak. Dalam artian, kita harus benar-benar mempunyai ilmu yang mantap mengenai tatacara menggunakan hijab yang baik dan benar sesuai yang diharapkan Islam.
Langkah selanjutnya adalah memperkuat iman. Dengan memiliki iman yang mantap kita sudah mempunyai rasa tanggung jawab, minimal untuk diri sendiri. Dengan demikian kita sudah mempunyai basic sebagai penjaga dalam bertindak apapun, termasuk dalam hal mengingatkan kita untuk menggunakan hijab.
Untuk menerapkan metode perilaku diantaranya adalah kita harus menyadari sepenuhnya, bahwa hijab itu adalah sebuah kewajiban bagi kita orang yang beragama Islam. Jika kita merasa selama ini hidup dibawah aturan Islam, maka jadikanlah hijab itu sebagai aturan pokok sebelum mengaku diri kita Islam. Karena tanpa hijab Allah juga tidak akan meridhai setiap langkah ataupun gerakan yang kita lakukan didunia ini.
Islam itu akan indah seandainya kita mau mengikuti aturan-aturannya. Namun, keindahan itu akan musnah apabila manusia yang mengakui umatnya mulai meninggalkan hijabnya. Karena hijab itu adalah hal yang paling penting dalam Islam. Tidak sah shalat seorang hamba apabila dia tidak menutup tubuhnya dengan benar walaupun shalatnya sangat khusyuk.
Aceh yang selama ini disebut sebagai daerah darussalam (rumah keselamatan) dan juga sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan hukum-hukum Islam berpotensi untuk memudarkan keindahan Islam. Fakta dan realita tentang buah nangka berserangga terus bertebaran. Baik dimedia cetak, eloktronik maupun kenyataan secara langsung yang kita amati. Masih banyak saudari-saudari kita dikalangan remaja yang meninggalkan aturan Islam, tentang hijab khususnya. Oleh karena itu timbul lagi pertanyaan yang lagi-lagi menerjang saudari kita di Aceh. Ukhti, Kau kemanakan hijabmu? Wassalam.(MR)

Authorized By:
Muslim Ramli
SMAN Modal Bangsa
0852 7719 4064


Selasa, 18 November 2008

Kemenangan Spektakuler



"Gol..." teriak suporter dari kubu xcces. Kemengan yang mengembirakan. score 6-0 dipersembahkan xcces kali ini untuk kubu SIGMA. tak ada yang menyagka bahwa kali ini xcces tampil begitu mengesankan. walaupun dalam episode lalu xcces dikalahkan oleh JMC dengan skor 1-3. tapi xcces telah mampu mengejar ketinggalan score'a lewat permainan kaka dan kawan-kawan. "kekalahan itu dikarenakan ketiadaan kiper kami yaitu Aam." ungkap kapten tim kaka_shi.

ini adalah kemengan perdana xcces dalam Liga Mosa musim ini. musim lalu xcces hanya mampu menduduki peringkat 4 setelah STG (Satelit Grade). Urutan ke-2 dan pertama masing-masing ditempati oleh Intel MT dan Shadow. (Muslim.R)

Selasa, 16 September 2008

Extra Hour Studying Course


Sound familiar, eh? Of course not. In Indonesia usully called 'Bimbingan Belajar'. Subjectively, i take this topic cuz i'm very straight to it.

Last grade student in high school usually take this kind of (boring) activity and routinely do it. Same as me, they want to pass the last exam and pass the entrance test of university. Aha.

In my opinion, we should definitely not to take more brain-pressure, if all teacher in high school used the same teaching method. Tentors or teachers in extra hour studying course usually uses a very relaxing, quick and delighted method. We can quickly respond the material.

Me? I took this one at one of famous course in Indonesia. I enjoyed it so. But i lost my holiday. I must do it, i know.

Intan_

Sabtu, 30 Agustus 2008

Seni Musik Aceh

Seni adalah sesuatu yang indah yang dihasilkan manusia, penghayatan manusia melalui penglihatan, pendengaran dan perasaan. Seni merupakan penjelmaan rasa indah yang terkandung jiwa seseorang, dilahirkan dengan perantaraan alat-alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (seni suara), penglihat (seni lukis) atau dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni tari, drama). Namun yang akan dibahas lebih lanjut yaitu berhubungan dengan seni suara khusus “seni musik”.

Dalam sejarah kehidupan manusia, musik merupakan bagian yang hidup dan berkembang sejalan dengan perkembangan manusia itu sendiri. Musik oleh manusia dijadikan sebagai media untuk menuturkan sesuatu dari dalam jiwanya yang tidak mampu dibahasakan melalui bahasa konvensional. Seni musik merupakan bagian dari proses kreatif manusia dalam mengolah bunyi-bunyian yang tercipta oleh alam. Unsur bunyi alam seperti suara unggas, denting kayu, gesekan bambu, rintik hujan dan sebagainya, diolah ke dalam bentuk instrumen musik yang tercipta dari tingkat ketrampilan dan pemahaman seniman tentang keselarasan bunyi instrumen dengan ritme kehidupan alam lingkungan sekitarnya.


Asal-usul tentang bunyi instrumen musik menurut para ahli dilahirkan dari segala upaya manusia meniru suara alam. Usaha manusia dalam keadaan seseorang diri terekam dalam kondisi lingkungannya yang diam, sepi dan membungkam. Saat itu manusia merasakan kekosongan bathin dan kesendirian dirinya. Suasana ini dapat terjadi ketika berada di kebun malam hari, dalam perjalanan, menghadapi masalah pelik, berada dalam transisi jenjang kehidupan biologis, harga diri yang terluka, kedukaan dan suasana spikologis lainnya.


Lahirnya musik tradisional tidak secara spontan. Bunyi-bunyian tercipta dari upaya manusia dalam meniru suara alam, suara bintang, kicauan burung, desau angin dari gesekan yang terjadi dari dalam pohon dan sebagainya. Dengan latar belakang penciptaan yang sama, beberapa alat musik yang tercipta memiliki banyak kesamaan, baik dari bahan, cara pembuatan, bentuk dan cara memainkannya. Kesamaan instrumen yang dihasilkan menunjukkan adanya kontak antar kelompok masyarakat.


Jenis-Jenis Alat Musik Di NAD


Arbab


Instrumen ini terdiri dari 2 bagian yaitu Arbabnya sendiri (instrumen induknya) dan penggeseknya (stryk stock) dalam bahasa daerah disebut : Go Arab. Instrumen ini memakai bahan : tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai.


Musik Arbab pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Arbab ini dipertunjukkan pada acara-acara keramaian rakyat, seperti hiburan rakyat, pasar malam dsb. Sekarang ini tidak pernah dijumpai kesenian ini, diperkirakan sudah mulai punah. Terakhir kesenian ini dapat dilihat pada zaman pemerintahan Belanda dan pendudukan Jepang.


Bangsi Alas


Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan adanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orang kaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.


Serune Kalee (Serunai)


Serune Kalee merupakan isntrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang dan dihayati oleh masyarakat Aceh. Musik ini populer di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Bahan dasar Serune Kalee ini berupa kayu, kuningan dan tembaga. Bentuk menyerupai seruling bambu. Warna dasarnya hitam yang fungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.


Serune Kalee bersama-sama dengan geundrang dan Rapai merupakan suatau perangkatan musik yang dari semenjak jayanya kerajaan Aceh Darussalam sampai sekarang tetap menghiasi/mewarnai kebudayaan tradisional Aceh disektor musik.


Rapai


Rapai terbuat dari bahan dasar berupa kayu dan kulit binatang. Bentuknya seperti rebana dengan warna dasar hitam dan kuning muda. Sejenis instrumen musik pukul (percussi) yang berfungsi pengiring kesenian tradisional.


Rapai ini banyak jenisnya : Rapai Pasee (Rapai gantung), Rapai Daboih, Rapai Geurimpheng (rapai macam), Rapai Pulot dan Rapai Anak.


Geundrang (Gendang)


Geundrang merupakan unit instrumen dari perangkatan musik Serune Kalee. Geundrang termasuk jenis alat musik pukul dan memainkannya dengan memukul dengan tangan atau memakai kayu pemukul. Geundrang dijumpai di daerah Aceh Besar dan juga dijumpai di daerah pesisir Aceh seperti Pidie dan Aceh Utara. Fungsi Geundrang nerupakan alat pelengkap tempo dari musik tradisional etnik Aceh.


Tambo


Sejenis tambur yang termasuk alat pukul. Tambo ini dibuat dari bahan Bak Iboh (batang iboh), kulit sapi dan rotan sebagai alat peregang kulit. Tambo ini dimasa lalu berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menentukan waktu shalat/sembahyang dan untuk mengumpulkan masyarakat ke Meunasah guna membicarakan masalah-masalah kampung.


Sekarang jarang digunakan (hampir punah) karena fungsinya telah terdesak olah alat teknologi microphone.


Taktok Trieng


Taktok Trieng juga sejenis alat pukul yang terbuat dari bambu. Alat ini dijumpai di daerah kabupaten Pidie, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lainnya. Taktok Trieng dikenal ada 2 jenis :


Yang dipergunakan di Meunasah (langgar-langgar), dibalai-balai pertemuan dan ditempat-tempat lain yang dipandang wajar untuk diletakkan alat ini.

jenis yang dipergunakan disawah-sawah berfungsi untuk mengusir burung ataupun serangga lain yang mengancam tanaman padi. Jenis ini biasanya diletakkan ditengah sawah dan dihubungkan dengan tali sampai ke dangau (gubuk tempat menunggu padi di sawah).


Bereguh


Bereguh nama sejenis alat tiup terbuat dari tanduk kerbau. Bereguh pada masa silam dijumpai didaerah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara dan terdapat juga dibeberapa tempat di Aceh. Bereguh mempunyai nada yang terbatas, banyakanya nada yang yang dapat dihasilkan Bereguh tergantung dari teknik meniupnya.


Fungsi dari Bereguh hanya sebagai alat komunikasi terutama apabila berada dihutan/berjauhan tempat antara seorang dengan orang lainnya. Sekarang ini Bereguh telah jarang dipergunakan orang, diperkirakan telah mulai punah penggunaannya.


Canang


Perkataan Canang dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Dari beberapa alat kesenian tradisional Aceh, Canang secara sepintas lalu ditafsirkan sebagai alat musik yang dipukul, terbuat dari kuningan menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik Canang dan memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda.


Fungsi Canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional serta Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.


Celempong


Celempong adalah alat kesenian tradisional yang terdapat di daerah Kabupaten Tamiang. Alat ini terdiri dari beberapa potongan kayu dan cara memainkannya disusun diantara kedua kaki pemainnya.


Celempong dimainkan oleh kaum wanita terutama gadis-gadis, tapi sekarang hanya orang tua (wanita) saja yang dapat memainkannnya dengan sempurna. Celempong juga digunakan sebagai iringan tari Inai. Diperkirakan Celempong ini telah berusia lebih dari 100 tahun berada di daerah Tamiang.

Jumat, 29 Agustus 2008

Tips browsing internet yang aman


Anda saat melakukan browsing, sedikit banyak pasti pernah mengalami satu permasalahan, misalnya kecepatan, keamanan ataupun yang lainnya. Untuk menghindari beberapa masalah tersebut, ada baiknya anda mempunyai kiat atau tips tersendiri saat melakukan browsing Internet. Kecepatan akses adalah bagian utama dari kiat tersendiri untuk memaksimalkan penggunaan Internet. Di bawah ini adalah 10 tips yang bisa dijadikan ancuan saat melakukan browsing Internet.

1. Pengaturan Cache

Manfaatkanlah Drain cache, mungkin saja langkah ini belum pernah dilakukan. Karena pada saat anda mengunjungi salah satu halaman web, data tersebut selalu disimpan pada sebuah cache (penyimpan data sementara) pada hard disk. Kemudian bila anda membuka kembali halaman tersebut, maka data tersebut akan selalu ditambahkan pada cache, dan browser akan menampilkan halaman cache yang lebih bagus dari dibanding melakukan copy download dari web server.

File cache tadi akan dieksekusi, sebelum terhubung dengan server dari halaman web tersebut bila pada halaman web tersebut sedang sibuk. Setelah dapat mengakses maka halaman tersebut akan ditambahkan di dalam cache.

Untuk mengosongkan cache pada Mozilla Firefox :

  • Klik preferences dari menu edit,

  • Buka advanced category, sorotilah sub kategori cache.

  • Kemudian klik tombol clear memory cache dan clear disk cache.

Untuk pengguna microsoft internet explorer (IE),

  • Pilih menu tool, pilih Internet options.

  • Pada kota dialog, pilih general page tab,

  • Klik tombol delete files.

2. Penggunaan History

Pada data halaman web yang terdapat pada cache, yang mana di dalamnya tersimpan rekaman daftar nama dan URL (universal resource locator; Internet address) di setiap site yang dikunjungi. Anda bisa juga menggunakan daftar history untuk kembali secara langsung pada site tersebut.

Untuk meng-clear-kan daftar history list pada communicator

  • Klik edit, pilih preferences, sorot navigator category,

  • Klik tombol clear history.

Sedangkan pada internet explorer

  • Klik tools, pilih internet options,

  • Pilih general tab dan klik tombol clear history.

Bisa juga dilakukan seting history agar tetap menyimpan data selama beberapa waktu sesuai dengan kebutuhan.

3. Time Out

Banyak ISP (internet service providers) yang menggunakan system monitoring untuk otomatisasi disconect dial-up connections. Hal ini dilakukan ISP untuk memuat pesan yang terbaru setiap 20 menit. Pesan tersebut bisa berita ataupun e-mail. Bila anda tetap aktif, biasanya akan terjadi pemisahan (disruptive) antara site yang aktif tersebut dengan site yang telah direvisi ISP setiap 20 menit sekali. Dengan begitu anda selalu melakukan refresh.

Untuk menghindari hal tersebut, anda bisa menset aplikasi e-mail agar melakukan checking setiap 10 atau 15 menit sekali.

Pada communicator,

  • Buka kotak dialog preferences, double-click kategori mail & newsgroups.

  • Sorot sub kategori mail servers.

  • Buat keneksitas mailpada filed incoming mail servers.

  • Kemudian klik tombol edit.

  • Pada kotak dialog selanjutnya, klik check-box check for mail every-minutes.

  • Set untuk selalu mencek setiap 10 atau 15 menit.

Pada IE bisa men-setting pada dialog box options dan cari pilihan check for new masseges every-minutes.

Pada microsoft outlook, carilah pada mail delivery tab, pada dialog box options. Untuk microsoft internet mail, setting dapat dilakukan di dalam read tab pada dialog box options.

4. Keamanan

Paa netscape dan microsoft biasanya menawarkan securiy protection, dimana keduanya juga mensupport standar security dan proteksi pada saat online. Misalnya anda meng-klik tombol security yang berada di dalam toolbar communicator’s standard buttons untuk mencari site yang asli, bila halaman tersebut merupakan cache lokal maka halaman tersebut akan di update berikut spesifikasi site yang lain. Klik tombol tersebut dimana anda melakukan transaksi secara online.

Untuk internet explorer, anda bisa melakukan setting konfigurasi security. Anda bisa memilih dari low, medium-low, medium, dan high setting security, untuk mendapatkan full security anda bisa memilih setting high, bila tidak ingin menggunakan full security, anda bisa menggunakan setting low dan medium.

5.Manfaatkan Bookmark

Untuk meningkatkan efesiensi pada saat online, anda bisa menggunakan katalog dan memindahkan bookmark yang berisi web site favorit di dalam folder tertentu. Untuk membuat sebuah folder bookmark di dalam communicator, klik icon bookmarks pada toolbar location dan pilih edit bookmarks dari menu pop up.

Pada kotak dialog bookmarks, bukalah menu file pilih new folder. Isilah nama dari folder tersebut dan provide di dalam kotak dialog bookmark properties.

Sedangkan untuk membuat bookmark pada internet explorer, bukalah menu favorites, klik organize favorites. Pada kotak dialog selanjutnya, klik tombol create folder, isi nama folder, klik close.

6.Proteksi

Usahakan setiap masuk situs tertentu anda harus melengkapi sebuah user name dan password. Untuk memasukkan sebuah pass word dan username memang sangat mudah, dimana anda tinggal mengetikkan saja. Biasanya sebuah system bekerja dengan bagus untuk melakukan proteksi pada data. Tetapi yang lebih penting adalah bila anda memasukkan juga data-data lain yang lebih penting, seperti nomor credit card. Gunakanlah sebuah password yang unik, seperti menggabungkan atau mengkombinasikan antara hurup besar dan kecil serta angka, guna mendapatkan proteksi yang maksimal.

7.Start Up

Aturlah aplikasi internet pada posisi default, untuk menghindari kekacauan pada saat start up aplikasi internet. Bila anda menggunakan netscape communicator, bisa dilakukan setting konfigurasi aplikasi e-mail, calendar, atau HTML guna membuka aplikasi secara default. Pada dialog box preferences, sorot categori appearances, dan anda akan melihat satu daftar aplikasi communicator yang ditampilkan pada area on startup launch. Pilih option navigator pada default. Untuk merubahnya, klik option navigator untuk men-deselectnya, klik option yang anda iginkan (messenger, composer, atau calendar) sebagai aplikasi internet default, klik OK. Sekarang anda telah membuat satu aplikasi default untuk internet.

8.Menambah Toolbar

Pada internet explorer, user diijinkan untuk menambahkan tombol pada toolbar standar, dimana pada toolbar tersebut terdapat tombol yang menjadi default untuk standart toolbar, seperti, back, forward, stop, reload, dan print.

Untuk menambahkan tombol tersebut, anda bisa melakukan, right-click pada area toolbar yang kosong, pilih customezi pada pop up menu. Kemudian akan ditampilkan dialog box customize toolbar, pilihlah tombol yang sering atau yang selalu anda butuhkan, klik close. Bila anda ingin mengembalikan seperti semula (setting default toolbar), klik tombol reset.

9.Menghindari Spam

Spam? Mungkin itu adalah yang paling tidak disukai pada saat membuka e-mail. Meskipun sekarang banyak software-software untuk menghilangkan spam, tetapi belum juga nampak tingkat efektiftasnya. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan dua alamat e-mail.

Anda bisa saja membuat banyak e-mail, tetapi mungkin bisa membingungkan anda sendiri. Sebaiknya gunakanlah alamat e-mail sebagai alternatif. Misal untuk e-mail pertama ana menggunakan seperti pada Yahoo (http://www.yahoo.com/), excite (http://www.excite.com/), atau GO. Com (http://www.go.com/). Gunakanlah alamat e-mail yang kedua untuk berhubungan dengan siapa saja, tanpa terkecuali. Dan pasti pada alamat e-mail yang kedua akan banyak sekali terdapat spam. Untuk alamat e-mail yang utama, gunakanlah untuk berhubungan dengan teman, relasi, atau siapa saja yang anda percaya.

10.Akses Mobile

Dengan menggunakan perlengkapan yang bagus, anda bisa mengakses web dari mana saja. Karena saat ini sebagian besar web site telah memanfaatkan dan melengkapi dengan teknologi wireless, seperti pada yahoo mobile (http://mobile.yahoo.com/wireles/home) atau MSN mobile (http://mobile.msn.com/)

Dengan teknologi wireless berarti anda bisa menghubungkan cellular phone, pager, atau pengendali komputer untuk mengambil informasi yang dibutuhkan. Untuk informasi yang lebih dalam mengenai akses wireless, anda bisa mengunjungi yahoo atau MSN (Microsoft Network).

Teknik membasmi virus komputer


Ada beberapa cara jika komputer sudah terinfeksi virus, dan virus yang sudah terinstall tidak sanggup menanganinya.

1. Install anti virus dan rajin mengupdate data base virusnya

Langkah pencegahan yang paling awal adalah menggunakan program antivirus yang terbaru (update database terbaru), saya tidak menyarankan jenis program anti virus untuk komputer anda, karena semua antivirus pada dasarnya adalah bagus, hanya saja anda harus memperhatikan spesifikasi komputer anda, jangan memaksakan diri menggunakan program antivirus yang memakan memori anda, padahal komputer anda bermemori rendah, apalagi menggunakan lebih dari satu anti virus untuk satu personal komputer. Secara garis besar salah satu fungsi antivirus adalah mencegah virus menginfeksi komputer. Meski saat ini banyak antivirus yang mempunyai proactive detection ( kemampuan mendeteksi virus baru yang belum masuk database virus ) yang bagus, tetapi jika komputer sudah terinfeksi virus, biasanya antivirus yang ter-install tidak bisa berbuat banyak. Saran utama saya adalah menggunakan antivirus paling baru dan anda harus rajin mengupdatenya.

2. Scan Hardisk di Komputer lain

Jika mempunyai beberapa komputer atau ada teman yang mempunyai komputer dengan antivirus yang selalu update, maka cobalah scan di komputer tersebut. Cara terbaik adalah dengan melepas hardisk dan dipasang di komputer teman tersebut, kemudian baru di scan secara menyeluruh.

Hal ini memang memerlukan ilmu tentang pasang memasang hardisk (teknis mengenai perangkat komputer), sehingga mungkin jika belum pernah akan mengalami kesulitan. Sebaiknya ditanyakan ke teman yang lebih tahu. Selain itu hal ini biasanya tidak bisa dilakukan di Laptop yang masih garansi, karena jika melepas hardisk, maka biasanya merusak label garansi di Laptop tersebut. Jadi mungkin dengan cara ketiga.

3. Scan dengan antivirus di Bootable CD

Bootable CD yang dimaksud disini merupakan CD yang berisi sistem operasi (baik sederhana maupun kompleks) yang bisa dijalankan komputer tanpa memerlukan hardisk. Dengan begitu, semua program yang ada di hardisk, termasuk virus dijamin tidak bisa berjalan, tetapi bisa diakses melalui Bootable CD ini.

Ada beberapa Bootable CD Gratis yang sudah disertakan antivirus dan bisa dimanfaatkan, antara lain :

Ultimatebootcd (UBCD), Bootable CD ini berbasis DOS, sehingga mungkin bagi yang belum terbiasa akan kesulitan. Selain itu Antivirus yang disertakan hanya F-Prot Antivirus for DOS ( Virus definition: 4 May 2007), McAfee Antivirus Scanner 4.40.0 (Virus definition: 3 May 2007) dan BugHunter. Sehingga sepertinya tidak mencukupi karena tidak update lagi. Download dan selengkapnya di http://www.ultimatebootcd.com

UBCD4Win (Ultimate Boot CD for Windows). Ini merupakan pengembangan dari UBCD, dan sudah berbasis windows XP sehingga lebih memudahkan penggunanya. Tetapi untuk membuat Bootable CD-nya diperlukan CD Instalasi Windows XP. Ukurannya cukup besar, yaitu sekitar 230 MB. Informasi selengkapnya bisa dibaca artikel tentang UBCD for Windows disini. Untuk download bisa didapat di http://www.ubcd4win.com.

AntiVir Rescue System, Bootable CD ini berbasis Linux. Dibanding Bootable CD sebelumnya, AntiVir Rescue System merupakan Bootable CD yang khusus menangani virus, selain itu aplikasi ini selalu update, bahkan mungkin setiap hari selalu ada tambahan virus baru, sehingga sangat bermanfaat. Download di http://www.avira.com/en/support/support_downloads.html

Jika hanya digunakan untuk menangani virus, maka AntiVir Rescue System lebih unggul. Selain besarnya hanya sekitar 55 MB (UBCD4Win sekitar 230 MB) AntiVir Rescue System senantiasa update, sehingga lebih mampu mendeteksi virus-virus baru. Tetapi jika memerlukan aplikasi lain, untuk perbaikan, recovery, mengecek hardware dan lainnya, maka UBCD4Win jelas lebih unggul.

4. Scan dan hapus virus secara manual

Cara ini bisa dilakukan bagi yang sudah cukup familiar dengan Sistem operasi khususnya windows, berbagai teknik virus (menyebar, menginfeksi dll), berbagai informasi tentang file atau directory komputer dan lainnya. Cara ini sebaiknya dilakukan melalui Bootable CD ( bisa digunakan Bootable CD dari cara ke 3 diatas atau dengan Linux Live CD seperti Ubuntu, Knoppix dan lainnya.

5. Install ulang

Ini mungkin alternatif terakhir jika cara-cara diatas tidak bisa atau ingin cara cepat. Tetapi dengan selesainya install ulang tidak menjamin komputer bebas virus lagi, bisa saja virus menginfeksi program lainnya yang di install kemudian. Selain itu jika kita sudah meng-install program komputer yang cukup banyak, maka bisa jadi install ulang memerlukan waktu cukup lama dan melelahkan.

Cara ini mungkin juga tidak bisa dilakukan jika komputer/laptop sudah di install Sistem operasi sejak kita beli (Software OEM), karena biasanya tidak disertakan CD Instalasinya. Yang jelas jika ingin menginstall ulang, pastikan CD Driver komputer/laptop sudah tersedia. Selain itu sebaiknya diketahui dulu virus apa yang menginfeksi komputer sebelum menginstall ulang.

Cara Lain ?

Ya mungkin masih ada cara lain, seperti scan online, format hardisk (cara ekstrim sepertinya..) atau cara-cara lain. Jika ada masukan cara lain membasmi virus yang terlanjur menginfeksi komputer silahkan dilengkapi.

Kamis, 28 Agustus 2008

Ramadhan: Sarana Untuk Mewujudkan Ketakwaan Personal dan Sosial


Bulan Rajab belum lama kita lalui. Bulan Sya’ban sebentar lagi kita akhiri. Kini, bulan Ramadhan segera datang menghampiri. Terkait dengan ketiga bulan mulia ini, Baginda Rasulullah saw. secara khusus memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT:
«اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَ حَصِّلْ مَقَاصِدَنَا»
Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan; dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami (HR Ahmad).
Ibarat samudera, Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya.
Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.
Begitu dasyatnya kemuliaan Ramadhan, Rasulullah saw. di penghujung bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan manusia menjelaskan berbagai keutamaannya:
Wahai manusia sekalian…
Akan datang menaungi kalian bulan yang agung dan penuh berkah; bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang di dalamnya Allah wajibkan berpuasa dan melaksanakan qiyâm tathawwu’ (salat sunnah tarawih). Siapa saja pada bulan itu mendekatkan diri dengan sebuah amal kebaikan, ia seperti telah melaksanakan kewajiban…Siapa saja yang mengerjakan kewajiban, ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban…
Ramadhan adalah bulan sabar. Sabar itu pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin. Siapa saja yang memberi makan berbuka seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan keeselamatan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang…Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.
Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memnyelamatkannya dari neraka. Karena itu, perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian dan dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan-Nya. Dua perkara yang sangat kalian perlukan ialah memohon surga dan perlindungan dari neraka… (HR Ibnu Huzaimah).
Kemulian dan keistimewaan Ramadhan juga terlukis dalam hadis Nabi saw. melalui penuturan Abu Hurairah ra.:
«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»
Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu (HR Muslim).
Derajat yang Harus Diraih
Kita patut merenungkan kembali firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 183).
Dari ayat ini, tanpa harus melalui pengkajian mendalam kita memahami bahwa target akhir dari pelaksanaan kewajiban shaum adalah takwa. Artinya, shaum adalah medium sekaligus momentum perubahan untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang bertakwa.
Ayat tersebut diserukan kepada orang-orang yang beriman. Ini mengisyaratkan bahwa puasa akan mengantarkan pada ketakwaan jika dilakukan atas dorongan keimanan. Amal-amal Ramadhan akan bermakna dan berpengaruh jika didasari oleh keimanan.
Sayangnya, justru di sinilah yang menjadi kelemahan selama ini. Prosesi, ritual dan aktivitas Ramadhan sering tidak didasari oleh iman. Puasa dijalankan sering karena alasan sudah menjadi tradisi, bukan karena keimanan dan harapan akan ridha-Nya. Ramainya majelis zikir dan pengajian bisa jadi lebih karena terbawa suasana religius Ramadhan, bukan didasari oleh keyakinan bahwa semua itu adalah bagian dari kewajiban mengkaji Islam, dakwah, amar makruf nahi mungkar. Program-program religi mungkin diadakan lebih karena alasan bisnis, bukan karena keyakinan sebagai bagian dari kewajiban mewujudkan kehidupan yang islami. Penutupan tempat-tempat maksiat dan penghentian kemaksiatan pun dilakukan untuk menghormati kesucian Ramadhan karena toleransi, bukan didasari oleh keyakinan bahwa segala bentuk kemaksiatan besar ataupun kecil akan mendapatkan azab Allah kelak di akhirat.
Bisa juga Ramadhan selama ini menjadi kurang bermakna dan lemah pengaruhnya karena realitas takwa yang menjadi hikmah puasa itu sendiri belum dihayati. Ketakwaan adalah hikmah dari puasa. Mereka yang berpuasa harus senantiasa memperhatikan dan mengupayakan secara maksimal agar ketakwaan terwujud dalam dirinya. Ketakwaan adalah derajat yang paling mulia bagi hamba yang beriman. Allah SWT berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa (QS al-Hujurat [49]: 13).
Hakikat Takwa
Takwa berasal dari kata waqâ-yaqî-waqyan, yang dalam bahasa Arab diubah menjadi taqwa untuk membedakan antara isim dan sifat, yang meliputi makna: menjaga, menjauhi, takut dan berhati-hati. Dalam takwa itu rasa takut dan cinta kepada-Nya menyatu; berjalan seiring dan saling berkelindan. Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, takwa kepada Allah itu bukan dengan terus-menerus shaum di siang hari, shalat di malam hari atau sering melakukan kedua-duanya; takwa kepada Allah tidak lain adalah dengan meninggalkan apa saja yang Allah haramkan dan menunaikan apa saja yang Allah wajibkan. Siapa yang melakukan kebaikan setelah itu, itu adalah tambahan kebaikan di atas kebaikan.
Para Sahabat yang mulia, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kw., sering menyatakan bahwa takwa adalah:
اَلْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَ الْعَمَلُ بِالتَنْزْيِلِ وَ اْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ
(Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan al-Quran; menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).
Dengan kata lain, takwa adalah kesadaran akal dan jiwa serta pengetahuan syar’i akan wajibnya mengambil halal-haram sebagai standar bagi seluruh aktivitas dan merealisasikannya secara praktis (’amalî) di tengah-tengah kehidupan. Nilai esensial dari seluruh ibadah wajib dan sunnah pada bulan Ramadhan ini harus mewujud dalam sebuah spektrum jiwa yang pasrah, tunduk dan sepenuhnya berjalan di bawah kesadaran ketuhanan (ihsân). Semua ini bermuara pada sebuah kesadaran bahwa Allahlah satu-satunya yang wajib disucikan (dengan hanya beribadah kepada-Nya) baik di kesunyian ataupun di keramaian; dalam kesendirian maupun berjamaah; di waktu malam ataupun siang; dalam keadan sempit atau lapang; di daratan ataupun di lautan. Semua itu mengalir sampai ujung batas kesempatan hidupnya.
Ketakwaan Personal dan Sosial
Takwa harus tercermin dalam kesediaan seorang Muslim untuk tunduk dan patuh pada hukum Allah. Kesediaan kita untuk tunduk dan patuh pada seluruh hukum syariah Islam inilah realisasi dari ketakwaan dan kesalihan personal kita.
Secara personal, hukum syariah seperti shalat, puasa, zakat, memakai jilbab, berakhlak mulia, berkeluarga secara islami; atau bermuamalah seperti jual-beli, sewa-menyewa secara syar’i dan sebagainya bisa dilaksanakan saat ini juga. Begitu ada kemauan, semua itu bisa dilakukan.
Namun, dalam konteks sosial, banyak hukum syariah yang saat ini seolah begitu sulit dilakukan, seperti:
Peradilan/persanksian (misal: qishâsh, potong tangan bagi pencuri, cambuk/rajam bagi pezina, cambuk bagi peminum khamr, dsb).
Ekonomi (misal: hukum tentang kepemilikan, pengelolaan kekayaan milik umum, penghapusan riba dari semua transaksi, dsb).
Politik Luar Negeri (misal: dakwah ke luar negeri dan jihad/perang).
Kewarganegaraan (misal: hukum tentang status kafir dzimmi, musta’min dan mu’âhad).
Kaum Muslim sesungguhnya diperintahkan untuk menjalankan semua hukum syariah tersebut. Kaum Muslim juga diperintahkan untuk memutuskan semua perkara di tengah-tengah masyarakat dengan hukum-hukum Allah. Sebagaimana hukum-hukum yang bersifat personal wajib dilaksanakan, demikian pula dengan hukum-hukum yang bersifat sosial. Hanya saja, semua hukum yang terkait dengan pengaturan masyarakat di atas adalah kewenangan penguasa/pemerintah, bukan kewenangan individual/personal. Karena itu, justru di sinilah pentingnya kaum Muslim memiliki penguasa (yakni Khalifah) dan sistem pemerintahan yang sanggup menerapkan hukum-hukum Islam di atas (yakni Khilafah). Inilah wujud ketakwaan kita secara sosial. Ketakwaan dan kesalihan sosial ini dengan sendirinya mendorong kita untuk gigih memperjuangkan penerapan semua hukum-hukum Allah terkait dengan masalah sosial kemasyarakatan tersebut.
Selama bulan Ramadhan ini, kita secara ruhiah memang dilatih untuk meningkatkan ketundukan dan ketaatan pada syariah. Pada bulan Ramadhan ini, hal-hal yang notabene biasa kita lakukan di luar Ramadhan—seperti makan, minum dan berhubungan suami-istri—ternyata bisa kita tinggalkan. Jika yang halal saja (di luar Ramadhan) bisa kita tinggalkan pada bulan Ramadhan ini, apalagi yang haram. Jika yang sunnah seperti shalat tarawih, sedekah dan sebagainya saja bisa kita lakukan, apalagi yang wajib. Artinya, dengan kemauan yang besar, semua hukum syariah yang Allah bebankan kepada kita, pasti bisa kita laksanakan. Ramadhan yang segera akan menyapa kita adalah madrasah untuk mewujudkan itu semua.
Akhirnya, marilah kira merenungkan firman Allah SWT:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ
Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami akan membukakan pintu keberkahan atas mereka dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).
Wallâhu a’lam bi ash-shawab

What’s Wrong With Syariah ?


Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. Tamagola terhadap aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi di TVone (Kamis malam , 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil tema “Islam yes , Negara Islam ?” banyak menyoal penerapan syariah Islam oleh negara. Dengan mengambil kasus Perda yang diklaimnya sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha keras membangun opini sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita , merugikan wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam hari , padahal hanya membeli sesuatu.
Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam sekarang ini . Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut perda syariah. Bahwa ada aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam itu benar, namun perlu dicatat perda itu diterapkan bukan karena berdasarkan syariah Islam . Perda itu disahkan oleh DPRD. Artinya, perda itu diterima karena mayoritas anggota DPRD mensahkan lewat mekanisme yang demokratis.
Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan kasus perda yang diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah Islam bukan sekedar kewajiban kerudung, larangan terhadap pelacuran, atau larangan berkholwat. Mereka yang menolak syariah Islam sering kali terjebak pada apa yang disebut logika fallacy of composition, mengambil kasus-kasus yang tidak utuh , bahkan tidak bisa sepenuhnya disebut syariah Islam, untuk membangun citra negatif penerapan syariah Islam oleh negara.
Sebagai contoh tentang wanita keluar malam. Hukum asalnya sendiri tidak ada larangan wanita untuk keluar malam. Boleh saja dia keluar untuk keperluan tertentu, ke warung atau ke tetangganya. Namun kalau keluarnya wanita keluar rumah di malam hari mengancam keamanan dan kehormatannya , negara yang bertanggung jawab kepada rakyatnya justru harus melarang dan mencegahnya. Jangankan wanita, laki-laki keluar malam tapi mengancam nyawanya, sah-sah saja negara yang tidak ingin warganya celaka melakukan larangan. Perlu digaris bawahi larangan muncul karena ada sesuatu yang mengancam nyawa atau kehormatan wanita tersebut, bukan keluar rumahnya. Disisi lain, pro sekuler tidak melihat bagaimana menyedihkannya nasib wanita dibawah sistem sekuler. Ekploitasi terhadap wanita terjadi dimana-mana baik secara seksual maupun ekonomi.
Seharusnya kita lebih utuh melihat syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam , negara wajib menjamin kebutuhan sandang, pangan, dan papan perindividu masyarakat yang menjadi warga negara, baik muslim maupun non muslim. Kalau ada rakyatnya tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan syariah Islam negara wajib memenuhi kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah Islam negara wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi seluruh warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What’s wrong with syariah ?
Syariah Islam juga mengatur masalah kepemilikan antara lain pemilikan umum (milkiyah ‘amah). Dimana kepemilikan umum ini adalah milik rakyat dan tidak boleh individu (swasta) apalagi asing untuk memilikinya. Berdasarkan ini listrik, air, hutan adalah milik umum yang tidak boleh dimiliki individu(swasta). Pemilikan individu atau swasta pada bidang strategis ini akan menyebabkan terganggunya kepentingan umum.
Termasuk dalam pemilikan umum adalah barang-barang tambang dalam jumlah yang besar seperti minyak, batu-bara, emas. Dilarang bagi individu atas swasta memilikinya. Tambang itu harus dikelola dengan manejemen yang baik, transparan, profesional oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk rakyat. Jelas ini merupakan pemasukan negara yang sangat besar. Negara bisa menggunakannya untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Syariah Islam mengatur hal itu.
Syariah Islam menjamin keamanan rakyatnya dengan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku pembunuhan yakni hukuman mati. Pemilikan individu yang diperoleh seseorang dengan kerja keras dan halal dijaga oleh Islam, pelaku pencurian akan diberikan sanksi tegas yakni potong tangan. Dengan catatan, dia mencuri lebih dari 1/4 dinar dan mencuri bukan karena lapar. Kalau dia mencuri karena lapar , negara tidak boleh menghukumnya. Negara justru harus memberikan dia makan. So,What’s wrong with syariah ?
Pelaku korupsi pun diberikan sanksi tegas oleh negara. Bisa sampai hukuman mati. Bukan hanya sanksi , segala hal yang mengantarkan kepada terbukanya peluang untuk korupsi ditutup. Berdasarkan syariah Islam, seseorang tidak boleh memberikan hadiah kepada hakim atau pejabat negara. Suap menyuap dilankat Allah dan dilarang dengan sanksi yang tegas. Umar bin Khoththob saat menjadi Kholifah memerintahkan siapapun pejabat harus dihitung kekayaannya sebelum menjabat. Pada akhir jabatannya, dihitung lagi. Kalau ada yang berlebih dari yang sepantasnya dia terima, harus dipertanggung jawabkan. Negara boleh saja mengambil uang yang tidak jelas itu. Ini adalah syariah Islam .
Argumentasi lain yang dibangun untuk menolak syariah Islam dengan mengatakan syariah Islam seakan-akan hanya untuk kelompok tertentu.Tentu saja yang dimaksud adalah Islam. Bung Thamrin mencontohkan UU Migas yang dibatalkan oleh MK, karena tidak memihak kepada rakyat. Padahal UU Migas muncul karena kebijakan negara yang sekuler-kapitalis. Lagi-lagi ini terjadi salah paham terhadap syariah Islam. Bukankah syariah Islam itu rahmatan lil ‘alamin ? baik bagi seluruh alam , seluruh manusia, tidak pandang dia muslim atau non muslim. Mungkinkah syariah Islam yang bersumber dari Allah yang memiliki sifat ar rahman (Maha Pengasih) ar rahim (Maha Penyayang) itu akan mencelakakan manusia.
Sesungguhnya penerapan syariah Islam adalah untuk kebaikan seluruh warganya baik muslim dan non muslim. Kewajiban negara menjamin sandang, pangan, dan papan indidu rakyat, bukan hanya muslim tapi juga non muslim. Pendidikan dan kesehatan gratis bukan hanya untuk muslim tapi juga non muslim. Bahkan warga non muslim yang dalam syariah disebut Ahlul Dzimmah dijamin keamanannya oleh negara. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti ahlul dzimmah , berarti menyakitiku.
Bung Thamrin sepertinya sangat kritis terhadap syariah Islam. Tapi agak kurang kritis terhadap sistem sekuler yang diadopsi Indonesia saat ini. Padahal sistem sekuler -yang dibangga-banggakan Bung Thamrin ini- telah menjadi dasar yang kokoh bagi penerapan sistem Kapitalisme. Hal itu terjadi karena agama tidak boleh campur tangan dalam masalah ekonomi, politik, atau pendidikan. Akibatnya negara diatur oleh sistem kapitalisme.
Kita lihat sendiri bagaimana hasilnya. Kemiskinan meningkat akibat liberasisasi sektor migas yang berimbas pada kenaikan BBM. Beban masyarakat bertambah akibat mahalnya pendidikan dan kesehatan setelah diliberalisasi. Kekayaan alam kita dirampok oleh asing atas nama free market dan investasi asing, sebaliknya rakyat miskin dan busung lapar.
Kalau Bung Thamrin menolak syariah Islam hanya karena berasal dari kelompok Islam, bung Thamrin juga seharusnya menolak sistem sekuler-kapitalisme yang juga berasal dari satu kelompok masyarakat seperti Bung Thamrin yakni kelompok sekuler. Bung Thamrin juga seharusnya melihat ketika agama tidak boleh campur tangan dalam masalah kenegaraan, aturan kapitalisme yang berasal dari segelintir orang (para milik modal) lah yang diterapkan. Terjadilah tirani minoritas atas nama suara mayoritas.
Sering kali kelompok sekuler sangat alergi terhadap syariah Islam kalau diterapkan negara. Pertanyaan kritis, kenapa anda hanya mempersoalkan kalau syariah diterapkan oleh negara ? Sebaliknya melegalkan sekulerisme,kapitalisme, diterapkan oleh negara ? Cara pandang ini jelas tidak obyektif. Menolak syariah Islam diterapkan negara ,hanya karena berasal dari Islam sungguh tidak obyektif. Sementara ide-ide Kapitalisme yang sebenarnya berasal dari pemikir-pemikir Barat diterima dengan lapang dada tanpa sikap kritis.
Bahwa umat Islam membutuhkan negara Islam , sebenarnya bisa dimengerti. Sebab, sistem apapun pastilah membutuhkan negara, sebab negaralah yang memiliki otoritas ,legalitas, dan kekuatan memaksa. Sistem kapitalisme untuk bisa diterapkan jelas butuh negara yang berdasarkan kapitalisme. Untuk bisa menerapkan sosialisme jelas butuh negara yang berasas sosialisme. Logika ini sangat sederhana. Artinya, tidak akan mungkin syariah Islam secara menyeluruh bisa diterapkan tanpa legalitas negara. Penentuan mata uang berdasarkan emas (dinar), tidak bolehnya tambang emas dan minyak dikuasai oleh asing, kewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat pasti membutuhkan negara. Termasuk memberikan sanksi bagi pezina, penjudi, pencuri, pemerkosa, pembunuh, tentu butuh legalitas negara yang memaksa. Jadi kalau umat Islam membutuhkan negara Islam adalah normal-normal saja. Apalagi kalau rakyat menghendaki, tentu tidak ada alasan untuk menolaknya .
Ironisnya, Bung Thamrin menyalahkan agama. Menurutnya agama gagal menyelesaikan persoalan kemiskinan komunitas umatnya . Kalau agama yang dimaksud bung Thamrin adalah Islam, jelas tuduhan anda salah alamat. Bagaimana mungkin anda menyalahkan Islam, padahal negara saat ini tidak menerapkan syariah Islam.
Apalagi, masalah kemiskinan jelas tidak bisa diserahkan kepada komunitas umat beragama . Penyelesaikan persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan politik. Menghentikan kebijakan yang membolehkan asing menguasai tambang emas dan minyak kita jelas butuh kekuatan dan kebijakan politik. Kenaikan BBM adalah kebijakan politik yang bisa dihentikan juga dengan kebijakan politik. Kalau Bung Thamrin ingin melihat bagaimana Islam menyelesaikan persoalan kemiskinan, seharusnya Bung Thamrin bisa menerima syariah Islam diterapkan oleh negara. Sebab tanpa negara yang menerapkan syariah Islam tidak akan bisa diwujudkan secara total.
Perlu kami tegaskan semua cara pandang seperti Bung Thamrin adalah cara pandang sekuler. Dimana agama hanya diakui dalam masalah indivual, moral, atau ritual. Sebaliknya agama harus dijauhkan dari persoalan politik, ekonomi, dan ketatanegaraan lainnya. Padahal sekulerisme telah menimbulkan bencana yang luar biasa. Seharusnya yang disalahkan adalah sekulerisme yang menjadi asas dari sistem kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal bencana yang menyusahkan masyarakat. Bukan syariah Islam. Jadi kegigihan siapapun menyalahkan syariah Islam dan sebaliknya membela sekulerisme membuat posisinya harus dipertanyakan. Apakah anda berpihak kepada rakyat atau tidak ?

Penegakkan Syariat Islam Di Aceh


Penegakan syariat Islam terus dilakukan Dinas Syariat Islam dan keluarga Sejahtera agar dapat diterapkan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menegakkan syariat Islam dengan mengajak warga melaksanakannya penuh kesadaran,” kata Kepala Dinas Syariat Islam dan Keluarga Sejahtera Natsir Ilyas melalui Humasnya Wirzaini Usman di Banda Aceh, Jumat (08/08/08), seperti dikutip Kantor Berita Antara.
Implementasi syariat Islam secara kaffah hendaknya mendapat perhatian dari seluruh masyarakat, terutama menyangkut persolan yang telah diatur dalam qanun (peraturan daerah) Aceh mengenai syariat Islam, katanya.
Upaya yang dilakukan seperti mengoptimalkan razia gabungan maupun sosialisasi melalui pengeras suara oleh mobil operasional dinas yang mengimbau masyarakat terutama kaum muslim untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid.
Imbauan untuk melaksanakan shalat Jumat tersebut rutin dilakukan petugas penegak syariat (Wilayatul Hisbah/WH) terutama petugas perempuan yang mengingatkan kaum laki-laki untuk melaksanakan perintah agama itu.
Sejak pukul 09.00 WIB mereka telah berkeliling menyuarakan imbauan shalat Jumat. Menjelang shalat yang diwajibkan bagi kaum laki-laki itu atau sekitar pukul 12.00 WIB mereka kembali berpatroli terutama ke tempat-tempat yang ramai untuk mengarahkan laki-laki ke masjid.
Namun, katanya masih ada yang belum melaksanakan kewajiban tersebut karena banyak warga yang belum mematuhinya. Sementara sebagian besar pedagang sudah mulai menaati peraturan untuk menutup tokonya saat menjelang shalat.
Razia penegakan syariat Islam terutama bagi kaum perempuan yang belum memakai pakaian sesuai syariat juga terus dilakukan. Menurut dia sejak awal 2008 hingga saat ini seribuan orang telah terjaring razia dan diperingatkan untuk menggunakan pakaian lebih sopan.
Subhaanallah, sungguh indah hidup ini bila syariat ditegakkan, apalagi jika ditegakkan secara sempurna. Bukan saja ketenangan yang diperoleh, namun juga mendapat keridhoan dari-Nya. Kaum Muslim berkewajiban untuk menerapkan Islam secara sempurna, sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah: 2008)
Kaum muslim sudah selayaknya hidup bawah naungan aturan-Nya. Karena Allah Swt., Pencipta manusia telah menurunkan aturan yang sempurna untuk kehidupan manusia di dunia ini. Namun, tanpa keberadaan institusi Khilafah bagaimana hal tersebut dapat terwujud?


Senin, 25 Agustus 2008

Membaca Sejarah

bertahun sudah kita berkelana
terseok-seok menyeret hati yang takjub
dan sesekali tercenung
tatkala kembali mengenang
nama demi nama para sahabat serta tetangga
yang pernah kita sapa dengan bahasa akrab
tetapi kini telah berubah menjadi samar
di sebalik ribuan topeng atau genangan air mata
kita tak tahu apakah takdir mesti dipersalahkan
dengan ribuan kata-kata kesal
bila manusia mudah menjadi mabuk kerana janji atau umpan puja
sedangkan bersilih tahun dentum dan raung halilintar
tetap tak akan mengubah segala yang sudah ditulis dengan dakwat yang teramat hitam
serta tidak akan dapat dipadam dan bibir kita semakin menjadi bosan
mengucapkan kata demi kata untuk membujuk segala rawan atau hiba
yang telah menjadi sia-sia
betapa meski dengan hati takjub dan sesekali tercenung
kita semakin menjadi dewasa oleh muslihat manusia
di saujana ini tanah bernama dunia
dan dengan hati yang tidak pernah sudi berdendam
tubuh kita yang semakin renta di henyak waktu serta kejadian
terus terseok-seok sendirian melangkah
membaca huruf demi huruf di lembarmu,
aduhai sejarah kerana kau tidak pernah alpa mencatatkan
Authorized by : Marsli N.O

Makna Kemerdekaan


Jatuhnya bom atom di dua kota Hirosyima dan Nagasaki, membuat Jepang shock. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Mendengar berita kekalahan Jepang, para pemuda melihat adanya momentum yang tepat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, harapan para pemuda tidak semulus yang dibayangkan. Golongan tua justru melihat pada saat itu kekuatan Jepang masih terlalu kuat. Akhirnya, timbullah peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Setelah didesak, akhirnya semua sepakat pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan RI diproklamasikan.
Namun, disini saya tidak membahas tentang sejarah proklamasi kemerdekaan. Karena, saat ini banyak sekali sejarah yang ditutup-tutupi. Saya mencoba untuk memaknai hari kemerdekaan tersebut. Memaknai berarti mengungkap arti yang tersembunyi dibalik peristiwa tersebut.
Pernahkah kita berpikir kalau pada tanggal 17Agustus 1945 merupakan tanggal yang sakral? Dalam ilmu eksakta (science) susunan angka 17-08-45 merupakan kumpulan bilangan yang memiliki arti mendalam.

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan


Hidup dalam cengkaraman penjajah yang selalu bertindak sewenang-wenang; merampas hak-hak, mencaplok tanah, mempekerjakan secara paksa tanpa imbalan, selain cemeti yang tak henti-henti mendera tubuh yang hanya dibalut kain seadanya, bila ada seseorang yang berbicara menuntut hak-haknya, tak jarang disumbat dengan berbagai senjata, hingga ia diam seribu bahasa. Cuplikan salah satu sudut kehidupan bangsa Indonesia yang terjajah, sebelum 61 tahun yang silam, mungkin tidak terbayangkan oleh generasi belakangan yang hanya mengeyam nikmatnya hidup di alam kemerdekaan, akibat dari terlupakannya kepedihan hidup di bawah kangkangan penjajah, hilangnya rasa syukur. Oleh karena itu Allah mengingatkan para shahabat akan nikmat kemenangan di perang Badr, yang sebelumnya mereka dalam kehinaan dan lemah, Allah SWT berfirman:
"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badr, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya" (Ali Imran: 123)Allah ingatkan para shahabat akan kepedihan hidup mereka sebelum kemenangan agar bisa mensyukurinya. Untuk mengingatkan generasi ini, saya kira, kita tidak perlu harus memaksa mereka untuk menonton film-film tentang penjajahan Belanda di bioskop dengan dipungut bayaran. Cukup diingatkan mereka akan kepedihan teman-teman sebaya mereka anak-anak terjajah di Irak dan Palestina, setiap hari mereka saksikan hidup bergelimang kesengsaraan, menghadapi kebengisan dan kekejaman penjajah yang hanya mau menyapa mereka dengan senjata penghancur dan alat-alat berat yang setiap saat siap meruntuhkan rumah tempat mereka bernaung, dan tak jarang mereka bersimbah air mata dipaksa berpisah dengan orang tuanya, tak tahu entah kapan mereka akan saling bersua -semoga Allah mempertemukan mereka di dalam surga-Nya-.
Cara mensyukuri nikmat kemerdekaan:
A. Mensyukuri dengan kalbu: dalam bentuk pengakuan bahwa nikmat kemerdekaan semata-mata berasal dari Allah. Dan perwujudan dari bentuk syukur ini para pendiri bangsa telah menggoreskan pena mereka dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 45: "Dengan rahmat Allah Yang Maha Esa…". Bila ini diingkari tidak menutup kemungkinan, Allah akan mencabut nikmat-Nya dan menggantinya dengan niqmah (azab). Seperti yang terjadi pada kaum kafir Quraisy yang mengganti nikmat Allah (Muhammad shallahu alaihi wasallam) dengan mendustakannya, Allah berfirman: "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan" (QS. Ibrahim:28)
B. Mensyukuri dengan lisan: Dalam bentuk bertahmid dan bertahlil kepada-Nya, serta berterima kasih dan menyebut jasa baik para pahlawan, juga tak lupa mendoakan mereka, semoga amalnya diterima Allah. Menyebut jasa baik tersebut juga bagian dari syukur kepada Allah, berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam: "Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah"
(HR.Abu Daud, dishahihkan oleh Ahmad Syakir).
C. Mensyukuri dengan perbuatan dalam bentuk:
1. Sujud syukur saat nikmat kemerdekaan itu tiba, ini saya kira, telah dilakukan oleh para pendahulu kita. Setiap kita memperoleh nikmat dianjurkan langsung bersujud, berdasarkan hadits Abu Bakrah, dia berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bila datang kepadanya kabar gembira atau diberitakan, beliau serta-merta bersujud dalam rangka bersyukur kepada Allah". (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al Bani). Saya pernah membaca sebuah majalah yang memuat tentang sekelompok orang yang pada jam:00 wib. pada malam 17 Agusutus, setelah mereka menaikkan bendera merah putih, mereka bersujud kearah tiang bendera. Perbuatan ini bertentangan dengan makna syukur; karena sujud adalah puncak ibadah yang hanya boleh dilakukan kepada Allah semata. Tidak kepada bendera dan selainnya, perbuatan ini dapat membatalkan keislaman seseorang –na'udzubillah-. Jika niatnya adalah sujud syukur, itu hanya dilakukan pada jam.10 pagi wib. Tanggal 17 Agustus 1945 saja, saat berita proklamasi dikumandangkan. Setelah itu tidak disyariatkan lagi, karena kalau masih disyariatkan tentulah kita setiap waktu harus bersujud, karena nikmat kemerdekaan sampai saat ini tidak terputus dari kita, dan ini tidak mungkin kita lakukan.
2. Mengisi nikmat kemerdekaan dengan amalan yang disyariatkan Allah menuju ridha-Nya, dalam berbangsa dan bernegara.
Ada beberapa perbuatan yang sering kita saksikan di setiap bulan Agustus yang bertentangan dengan makna syukur, diantaranya; lomba goyang yang diiringi musik antara dua orang yang berlawanan jenis kedua kening mereka dirapatkan dan tengahnya diletakkan bola kecil, puncak peringatan agustusan dengan diringi musik dan tidak jarang disaat itu minuman memabukkan berkeliaran dari satu tangan ke tangan yang lain. -Naudzubillah- orang mensyukuri nikmat Allah dengan berbuat maksiat kepada-Nya. Perumpamaan mereka tak ubahnya seperti kaum yang disinyalir Allah dalam firman-Nya,
Katakanlah : "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut, dengan mengatakan : "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur". Katakanlah : "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan kemudian kamu kembali mempersekutukannya"
(QS. Al An'aam: 63-64):
Buah mensyukuri nikmat kemerdekaan :
A. Allah akan menambah nikmat tersebut.
Allah berfirman dalam surat QS Ibrahim : 7, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
B. Nikmat syukur itu akan kembali kepada orang yang mensyukurinya.
Allah berfirman dalam surat QS Luqman : 12, "Dan barangsiapa siapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
C. Allah tidak menurunkan siksanya kepada orang yang bersyukur.
Allah berfirman dalam surat QS An Nisaa : 147, "Allah tidak akan menurunkan azab-Nya kepadamu, jika kamu bersyukur dan beriman". Akhirnya mari kita berdoa semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang bersyukur:
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, mensyukuri-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu".

Internet, Anak dan Pornografi

Beberapa hari yang lalu saya mendengar sebuah cerita, ada seorang anak kecil kelas 3 SD ya kira-kira berumur sekitar 8 tahun yang keranjingan main internet di warnet. Kebetulan rumahnya berada di daerah jogja pinggiran yang memang baru beberapa bulan tersentuh internet. Tampaknya memang bagus ada seorang anak, tinggal bukan di kota tetapi sudah rajin ke warnet. Tetapi nanti dulu, denger dulu kelanjutan ceritanya. Ternyata anak tersebut ke warnet hanya untuk melihat yang porno-porno entah itu gambar atau video, pokoknya yang xxx. Kebetulan sekali warnet tersebut, seperti kebanyakan warnet di jogja, kalau gak seluruhnya malah, memasang sekat tertutup sehingga berbentuk seperti bilik untuk setiap komputer, sehingga orang lain tidak bisa melihat apa yang kita lakukan di dalam bilik warnet. dengan begitu si anak leluasa untuk melakukan apa yang dia suka yaitu menonton gambar atau video porno.
Internet memang telah banyak membantu manusia dalam berbagai hal tetapi perlu diingat bahwa internet laksana sebuah pisau yang memiliki 2 sisi yang sama tajam. Jika digunakan untuk tujuan baik maka akan baik tetapi sebaliknya jika digunakan untuk tujuan gak baik ya hasilnya gak akan baik.
Sebenarnya siapa yang salah? si anak kecil yang suka nonton? internet yang terlalu vulgar? atau warnet yang tertutup rapat? Lebih baik tidak usah mencari siapa kambing hitam, tetapi bagaimana agar hal seperti itu tidak terjadi pada anak-anak lain.
Kalau saya perhatikan warnet-warnet di daerah tangerang tidak pernah memberi pembatas pada komputer-komputernya sehingga bisa saling mengintip apa yang dibuka orang lain. Memang privasi jadi kurang terjaga tetapi cara seperti itu bisa mencegah orang untuk membuka website-website yang kata orang bilang khusus dewasa. Meskipun hal tersebut tidak akan berpengaruh pada orang yang bermuka tembok, tetapi saya yakin jarang sekali orang yang dengan tanpa malu membuka website porno jika orang disebelahnya bisa dengan mudah melihat layar monitornya. Sedangkan di daerah jogja rata-rata warnet berbentuk bilik sehingga privasi lebih terjaga tetapi ya itu tadi bisa disalah gunakan untuk hal-hal yang tidak benar. Saya pernah mendengar bahwa banyak pasangan yang memanfaatkan warnet tertutup seperti untuk berbuat mesum, sperti apa perbuatanya, tidak usah dibahas.
Mungkin perlu adanya filter bagi warnet-warnet yang menerapkan model bilik seperti ini, mungkin dengan aplikasi yang bisa di remote dari server, sehingga saat ada anak kecil masuk, maka komputer yang dipakai anak tersebut tidak bisa mengakses content-content pornografi. Atau sekalian semua situs porno di blok lewat proxy misalnya, meskipun dengan cara yang kedua bisa menurunkan omzet warnet, karena saya yakin masih banyak orang yang khusus datang kewarnet hanya untuk melihat pornografi.
Dan lebih penting lagi adalah sedini mungkin memberi anak-anak bekal agama yang cukup, pengetahuan yang cukup, karena yang paling penting adalah benteng dari diri sendiri. Tanpa pengetahuan agama yang cukup maka seorang anak akan mudah terpengaruh temennnya yang mengajak melakukan hal yang kurang baik.