Kamis, 28 Agustus 2008

What’s Wrong With Syariah ?


Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. Tamagola terhadap aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi di TVone (Kamis malam , 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil tema “Islam yes , Negara Islam ?” banyak menyoal penerapan syariah Islam oleh negara. Dengan mengambil kasus Perda yang diklaimnya sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha keras membangun opini sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita , merugikan wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam hari , padahal hanya membeli sesuatu.
Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam sekarang ini . Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut perda syariah. Bahwa ada aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam itu benar, namun perlu dicatat perda itu diterapkan bukan karena berdasarkan syariah Islam . Perda itu disahkan oleh DPRD. Artinya, perda itu diterima karena mayoritas anggota DPRD mensahkan lewat mekanisme yang demokratis.
Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan kasus perda yang diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah Islam bukan sekedar kewajiban kerudung, larangan terhadap pelacuran, atau larangan berkholwat. Mereka yang menolak syariah Islam sering kali terjebak pada apa yang disebut logika fallacy of composition, mengambil kasus-kasus yang tidak utuh , bahkan tidak bisa sepenuhnya disebut syariah Islam, untuk membangun citra negatif penerapan syariah Islam oleh negara.
Sebagai contoh tentang wanita keluar malam. Hukum asalnya sendiri tidak ada larangan wanita untuk keluar malam. Boleh saja dia keluar untuk keperluan tertentu, ke warung atau ke tetangganya. Namun kalau keluarnya wanita keluar rumah di malam hari mengancam keamanan dan kehormatannya , negara yang bertanggung jawab kepada rakyatnya justru harus melarang dan mencegahnya. Jangankan wanita, laki-laki keluar malam tapi mengancam nyawanya, sah-sah saja negara yang tidak ingin warganya celaka melakukan larangan. Perlu digaris bawahi larangan muncul karena ada sesuatu yang mengancam nyawa atau kehormatan wanita tersebut, bukan keluar rumahnya. Disisi lain, pro sekuler tidak melihat bagaimana menyedihkannya nasib wanita dibawah sistem sekuler. Ekploitasi terhadap wanita terjadi dimana-mana baik secara seksual maupun ekonomi.
Seharusnya kita lebih utuh melihat syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam , negara wajib menjamin kebutuhan sandang, pangan, dan papan perindividu masyarakat yang menjadi warga negara, baik muslim maupun non muslim. Kalau ada rakyatnya tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan syariah Islam negara wajib memenuhi kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah Islam negara wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi seluruh warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What’s wrong with syariah ?
Syariah Islam juga mengatur masalah kepemilikan antara lain pemilikan umum (milkiyah ‘amah). Dimana kepemilikan umum ini adalah milik rakyat dan tidak boleh individu (swasta) apalagi asing untuk memilikinya. Berdasarkan ini listrik, air, hutan adalah milik umum yang tidak boleh dimiliki individu(swasta). Pemilikan individu atau swasta pada bidang strategis ini akan menyebabkan terganggunya kepentingan umum.
Termasuk dalam pemilikan umum adalah barang-barang tambang dalam jumlah yang besar seperti minyak, batu-bara, emas. Dilarang bagi individu atas swasta memilikinya. Tambang itu harus dikelola dengan manejemen yang baik, transparan, profesional oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk rakyat. Jelas ini merupakan pemasukan negara yang sangat besar. Negara bisa menggunakannya untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Syariah Islam mengatur hal itu.
Syariah Islam menjamin keamanan rakyatnya dengan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku pembunuhan yakni hukuman mati. Pemilikan individu yang diperoleh seseorang dengan kerja keras dan halal dijaga oleh Islam, pelaku pencurian akan diberikan sanksi tegas yakni potong tangan. Dengan catatan, dia mencuri lebih dari 1/4 dinar dan mencuri bukan karena lapar. Kalau dia mencuri karena lapar , negara tidak boleh menghukumnya. Negara justru harus memberikan dia makan. So,What’s wrong with syariah ?
Pelaku korupsi pun diberikan sanksi tegas oleh negara. Bisa sampai hukuman mati. Bukan hanya sanksi , segala hal yang mengantarkan kepada terbukanya peluang untuk korupsi ditutup. Berdasarkan syariah Islam, seseorang tidak boleh memberikan hadiah kepada hakim atau pejabat negara. Suap menyuap dilankat Allah dan dilarang dengan sanksi yang tegas. Umar bin Khoththob saat menjadi Kholifah memerintahkan siapapun pejabat harus dihitung kekayaannya sebelum menjabat. Pada akhir jabatannya, dihitung lagi. Kalau ada yang berlebih dari yang sepantasnya dia terima, harus dipertanggung jawabkan. Negara boleh saja mengambil uang yang tidak jelas itu. Ini adalah syariah Islam .
Argumentasi lain yang dibangun untuk menolak syariah Islam dengan mengatakan syariah Islam seakan-akan hanya untuk kelompok tertentu.Tentu saja yang dimaksud adalah Islam. Bung Thamrin mencontohkan UU Migas yang dibatalkan oleh MK, karena tidak memihak kepada rakyat. Padahal UU Migas muncul karena kebijakan negara yang sekuler-kapitalis. Lagi-lagi ini terjadi salah paham terhadap syariah Islam. Bukankah syariah Islam itu rahmatan lil ‘alamin ? baik bagi seluruh alam , seluruh manusia, tidak pandang dia muslim atau non muslim. Mungkinkah syariah Islam yang bersumber dari Allah yang memiliki sifat ar rahman (Maha Pengasih) ar rahim (Maha Penyayang) itu akan mencelakakan manusia.
Sesungguhnya penerapan syariah Islam adalah untuk kebaikan seluruh warganya baik muslim dan non muslim. Kewajiban negara menjamin sandang, pangan, dan papan indidu rakyat, bukan hanya muslim tapi juga non muslim. Pendidikan dan kesehatan gratis bukan hanya untuk muslim tapi juga non muslim. Bahkan warga non muslim yang dalam syariah disebut Ahlul Dzimmah dijamin keamanannya oleh negara. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti ahlul dzimmah , berarti menyakitiku.
Bung Thamrin sepertinya sangat kritis terhadap syariah Islam. Tapi agak kurang kritis terhadap sistem sekuler yang diadopsi Indonesia saat ini. Padahal sistem sekuler -yang dibangga-banggakan Bung Thamrin ini- telah menjadi dasar yang kokoh bagi penerapan sistem Kapitalisme. Hal itu terjadi karena agama tidak boleh campur tangan dalam masalah ekonomi, politik, atau pendidikan. Akibatnya negara diatur oleh sistem kapitalisme.
Kita lihat sendiri bagaimana hasilnya. Kemiskinan meningkat akibat liberasisasi sektor migas yang berimbas pada kenaikan BBM. Beban masyarakat bertambah akibat mahalnya pendidikan dan kesehatan setelah diliberalisasi. Kekayaan alam kita dirampok oleh asing atas nama free market dan investasi asing, sebaliknya rakyat miskin dan busung lapar.
Kalau Bung Thamrin menolak syariah Islam hanya karena berasal dari kelompok Islam, bung Thamrin juga seharusnya menolak sistem sekuler-kapitalisme yang juga berasal dari satu kelompok masyarakat seperti Bung Thamrin yakni kelompok sekuler. Bung Thamrin juga seharusnya melihat ketika agama tidak boleh campur tangan dalam masalah kenegaraan, aturan kapitalisme yang berasal dari segelintir orang (para milik modal) lah yang diterapkan. Terjadilah tirani minoritas atas nama suara mayoritas.
Sering kali kelompok sekuler sangat alergi terhadap syariah Islam kalau diterapkan negara. Pertanyaan kritis, kenapa anda hanya mempersoalkan kalau syariah diterapkan oleh negara ? Sebaliknya melegalkan sekulerisme,kapitalisme, diterapkan oleh negara ? Cara pandang ini jelas tidak obyektif. Menolak syariah Islam diterapkan negara ,hanya karena berasal dari Islam sungguh tidak obyektif. Sementara ide-ide Kapitalisme yang sebenarnya berasal dari pemikir-pemikir Barat diterima dengan lapang dada tanpa sikap kritis.
Bahwa umat Islam membutuhkan negara Islam , sebenarnya bisa dimengerti. Sebab, sistem apapun pastilah membutuhkan negara, sebab negaralah yang memiliki otoritas ,legalitas, dan kekuatan memaksa. Sistem kapitalisme untuk bisa diterapkan jelas butuh negara yang berdasarkan kapitalisme. Untuk bisa menerapkan sosialisme jelas butuh negara yang berasas sosialisme. Logika ini sangat sederhana. Artinya, tidak akan mungkin syariah Islam secara menyeluruh bisa diterapkan tanpa legalitas negara. Penentuan mata uang berdasarkan emas (dinar), tidak bolehnya tambang emas dan minyak dikuasai oleh asing, kewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat pasti membutuhkan negara. Termasuk memberikan sanksi bagi pezina, penjudi, pencuri, pemerkosa, pembunuh, tentu butuh legalitas negara yang memaksa. Jadi kalau umat Islam membutuhkan negara Islam adalah normal-normal saja. Apalagi kalau rakyat menghendaki, tentu tidak ada alasan untuk menolaknya .
Ironisnya, Bung Thamrin menyalahkan agama. Menurutnya agama gagal menyelesaikan persoalan kemiskinan komunitas umatnya . Kalau agama yang dimaksud bung Thamrin adalah Islam, jelas tuduhan anda salah alamat. Bagaimana mungkin anda menyalahkan Islam, padahal negara saat ini tidak menerapkan syariah Islam.
Apalagi, masalah kemiskinan jelas tidak bisa diserahkan kepada komunitas umat beragama . Penyelesaikan persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan politik. Menghentikan kebijakan yang membolehkan asing menguasai tambang emas dan minyak kita jelas butuh kekuatan dan kebijakan politik. Kenaikan BBM adalah kebijakan politik yang bisa dihentikan juga dengan kebijakan politik. Kalau Bung Thamrin ingin melihat bagaimana Islam menyelesaikan persoalan kemiskinan, seharusnya Bung Thamrin bisa menerima syariah Islam diterapkan oleh negara. Sebab tanpa negara yang menerapkan syariah Islam tidak akan bisa diwujudkan secara total.
Perlu kami tegaskan semua cara pandang seperti Bung Thamrin adalah cara pandang sekuler. Dimana agama hanya diakui dalam masalah indivual, moral, atau ritual. Sebaliknya agama harus dijauhkan dari persoalan politik, ekonomi, dan ketatanegaraan lainnya. Padahal sekulerisme telah menimbulkan bencana yang luar biasa. Seharusnya yang disalahkan adalah sekulerisme yang menjadi asas dari sistem kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal bencana yang menyusahkan masyarakat. Bukan syariah Islam. Jadi kegigihan siapapun menyalahkan syariah Islam dan sebaliknya membela sekulerisme membuat posisinya harus dipertanyakan. Apakah anda berpihak kepada rakyat atau tidak ?

Penegakkan Syariat Islam Di Aceh


Penegakan syariat Islam terus dilakukan Dinas Syariat Islam dan keluarga Sejahtera agar dapat diterapkan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
“Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menegakkan syariat Islam dengan mengajak warga melaksanakannya penuh kesadaran,” kata Kepala Dinas Syariat Islam dan Keluarga Sejahtera Natsir Ilyas melalui Humasnya Wirzaini Usman di Banda Aceh, Jumat (08/08/08), seperti dikutip Kantor Berita Antara.
Implementasi syariat Islam secara kaffah hendaknya mendapat perhatian dari seluruh masyarakat, terutama menyangkut persolan yang telah diatur dalam qanun (peraturan daerah) Aceh mengenai syariat Islam, katanya.
Upaya yang dilakukan seperti mengoptimalkan razia gabungan maupun sosialisasi melalui pengeras suara oleh mobil operasional dinas yang mengimbau masyarakat terutama kaum muslim untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid.
Imbauan untuk melaksanakan shalat Jumat tersebut rutin dilakukan petugas penegak syariat (Wilayatul Hisbah/WH) terutama petugas perempuan yang mengingatkan kaum laki-laki untuk melaksanakan perintah agama itu.
Sejak pukul 09.00 WIB mereka telah berkeliling menyuarakan imbauan shalat Jumat. Menjelang shalat yang diwajibkan bagi kaum laki-laki itu atau sekitar pukul 12.00 WIB mereka kembali berpatroli terutama ke tempat-tempat yang ramai untuk mengarahkan laki-laki ke masjid.
Namun, katanya masih ada yang belum melaksanakan kewajiban tersebut karena banyak warga yang belum mematuhinya. Sementara sebagian besar pedagang sudah mulai menaati peraturan untuk menutup tokonya saat menjelang shalat.
Razia penegakan syariat Islam terutama bagi kaum perempuan yang belum memakai pakaian sesuai syariat juga terus dilakukan. Menurut dia sejak awal 2008 hingga saat ini seribuan orang telah terjaring razia dan diperingatkan untuk menggunakan pakaian lebih sopan.
Subhaanallah, sungguh indah hidup ini bila syariat ditegakkan, apalagi jika ditegakkan secara sempurna. Bukan saja ketenangan yang diperoleh, namun juga mendapat keridhoan dari-Nya. Kaum Muslim berkewajiban untuk menerapkan Islam secara sempurna, sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah: 2008)
Kaum muslim sudah selayaknya hidup bawah naungan aturan-Nya. Karena Allah Swt., Pencipta manusia telah menurunkan aturan yang sempurna untuk kehidupan manusia di dunia ini. Namun, tanpa keberadaan institusi Khilafah bagaimana hal tersebut dapat terwujud?


Senin, 25 Agustus 2008

Membaca Sejarah

bertahun sudah kita berkelana
terseok-seok menyeret hati yang takjub
dan sesekali tercenung
tatkala kembali mengenang
nama demi nama para sahabat serta tetangga
yang pernah kita sapa dengan bahasa akrab
tetapi kini telah berubah menjadi samar
di sebalik ribuan topeng atau genangan air mata
kita tak tahu apakah takdir mesti dipersalahkan
dengan ribuan kata-kata kesal
bila manusia mudah menjadi mabuk kerana janji atau umpan puja
sedangkan bersilih tahun dentum dan raung halilintar
tetap tak akan mengubah segala yang sudah ditulis dengan dakwat yang teramat hitam
serta tidak akan dapat dipadam dan bibir kita semakin menjadi bosan
mengucapkan kata demi kata untuk membujuk segala rawan atau hiba
yang telah menjadi sia-sia
betapa meski dengan hati takjub dan sesekali tercenung
kita semakin menjadi dewasa oleh muslihat manusia
di saujana ini tanah bernama dunia
dan dengan hati yang tidak pernah sudi berdendam
tubuh kita yang semakin renta di henyak waktu serta kejadian
terus terseok-seok sendirian melangkah
membaca huruf demi huruf di lembarmu,
aduhai sejarah kerana kau tidak pernah alpa mencatatkan
Authorized by : Marsli N.O

Makna Kemerdekaan


Jatuhnya bom atom di dua kota Hirosyima dan Nagasaki, membuat Jepang shock. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Mendengar berita kekalahan Jepang, para pemuda melihat adanya momentum yang tepat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, harapan para pemuda tidak semulus yang dibayangkan. Golongan tua justru melihat pada saat itu kekuatan Jepang masih terlalu kuat. Akhirnya, timbullah peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Setelah didesak, akhirnya semua sepakat pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan RI diproklamasikan.
Namun, disini saya tidak membahas tentang sejarah proklamasi kemerdekaan. Karena, saat ini banyak sekali sejarah yang ditutup-tutupi. Saya mencoba untuk memaknai hari kemerdekaan tersebut. Memaknai berarti mengungkap arti yang tersembunyi dibalik peristiwa tersebut.
Pernahkah kita berpikir kalau pada tanggal 17Agustus 1945 merupakan tanggal yang sakral? Dalam ilmu eksakta (science) susunan angka 17-08-45 merupakan kumpulan bilangan yang memiliki arti mendalam.

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan


Hidup dalam cengkaraman penjajah yang selalu bertindak sewenang-wenang; merampas hak-hak, mencaplok tanah, mempekerjakan secara paksa tanpa imbalan, selain cemeti yang tak henti-henti mendera tubuh yang hanya dibalut kain seadanya, bila ada seseorang yang berbicara menuntut hak-haknya, tak jarang disumbat dengan berbagai senjata, hingga ia diam seribu bahasa. Cuplikan salah satu sudut kehidupan bangsa Indonesia yang terjajah, sebelum 61 tahun yang silam, mungkin tidak terbayangkan oleh generasi belakangan yang hanya mengeyam nikmatnya hidup di alam kemerdekaan, akibat dari terlupakannya kepedihan hidup di bawah kangkangan penjajah, hilangnya rasa syukur. Oleh karena itu Allah mengingatkan para shahabat akan nikmat kemenangan di perang Badr, yang sebelumnya mereka dalam kehinaan dan lemah, Allah SWT berfirman:
"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badr, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya" (Ali Imran: 123)Allah ingatkan para shahabat akan kepedihan hidup mereka sebelum kemenangan agar bisa mensyukurinya. Untuk mengingatkan generasi ini, saya kira, kita tidak perlu harus memaksa mereka untuk menonton film-film tentang penjajahan Belanda di bioskop dengan dipungut bayaran. Cukup diingatkan mereka akan kepedihan teman-teman sebaya mereka anak-anak terjajah di Irak dan Palestina, setiap hari mereka saksikan hidup bergelimang kesengsaraan, menghadapi kebengisan dan kekejaman penjajah yang hanya mau menyapa mereka dengan senjata penghancur dan alat-alat berat yang setiap saat siap meruntuhkan rumah tempat mereka bernaung, dan tak jarang mereka bersimbah air mata dipaksa berpisah dengan orang tuanya, tak tahu entah kapan mereka akan saling bersua -semoga Allah mempertemukan mereka di dalam surga-Nya-.
Cara mensyukuri nikmat kemerdekaan:
A. Mensyukuri dengan kalbu: dalam bentuk pengakuan bahwa nikmat kemerdekaan semata-mata berasal dari Allah. Dan perwujudan dari bentuk syukur ini para pendiri bangsa telah menggoreskan pena mereka dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 45: "Dengan rahmat Allah Yang Maha Esa…". Bila ini diingkari tidak menutup kemungkinan, Allah akan mencabut nikmat-Nya dan menggantinya dengan niqmah (azab). Seperti yang terjadi pada kaum kafir Quraisy yang mengganti nikmat Allah (Muhammad shallahu alaihi wasallam) dengan mendustakannya, Allah berfirman: "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan" (QS. Ibrahim:28)
B. Mensyukuri dengan lisan: Dalam bentuk bertahmid dan bertahlil kepada-Nya, serta berterima kasih dan menyebut jasa baik para pahlawan, juga tak lupa mendoakan mereka, semoga amalnya diterima Allah. Menyebut jasa baik tersebut juga bagian dari syukur kepada Allah, berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam: "Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah"
(HR.Abu Daud, dishahihkan oleh Ahmad Syakir).
C. Mensyukuri dengan perbuatan dalam bentuk:
1. Sujud syukur saat nikmat kemerdekaan itu tiba, ini saya kira, telah dilakukan oleh para pendahulu kita. Setiap kita memperoleh nikmat dianjurkan langsung bersujud, berdasarkan hadits Abu Bakrah, dia berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bila datang kepadanya kabar gembira atau diberitakan, beliau serta-merta bersujud dalam rangka bersyukur kepada Allah". (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al Bani). Saya pernah membaca sebuah majalah yang memuat tentang sekelompok orang yang pada jam:00 wib. pada malam 17 Agusutus, setelah mereka menaikkan bendera merah putih, mereka bersujud kearah tiang bendera. Perbuatan ini bertentangan dengan makna syukur; karena sujud adalah puncak ibadah yang hanya boleh dilakukan kepada Allah semata. Tidak kepada bendera dan selainnya, perbuatan ini dapat membatalkan keislaman seseorang –na'udzubillah-. Jika niatnya adalah sujud syukur, itu hanya dilakukan pada jam.10 pagi wib. Tanggal 17 Agustus 1945 saja, saat berita proklamasi dikumandangkan. Setelah itu tidak disyariatkan lagi, karena kalau masih disyariatkan tentulah kita setiap waktu harus bersujud, karena nikmat kemerdekaan sampai saat ini tidak terputus dari kita, dan ini tidak mungkin kita lakukan.
2. Mengisi nikmat kemerdekaan dengan amalan yang disyariatkan Allah menuju ridha-Nya, dalam berbangsa dan bernegara.
Ada beberapa perbuatan yang sering kita saksikan di setiap bulan Agustus yang bertentangan dengan makna syukur, diantaranya; lomba goyang yang diiringi musik antara dua orang yang berlawanan jenis kedua kening mereka dirapatkan dan tengahnya diletakkan bola kecil, puncak peringatan agustusan dengan diringi musik dan tidak jarang disaat itu minuman memabukkan berkeliaran dari satu tangan ke tangan yang lain. -Naudzubillah- orang mensyukuri nikmat Allah dengan berbuat maksiat kepada-Nya. Perumpamaan mereka tak ubahnya seperti kaum yang disinyalir Allah dalam firman-Nya,
Katakanlah : "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut, dengan mengatakan : "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur". Katakanlah : "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan kemudian kamu kembali mempersekutukannya"
(QS. Al An'aam: 63-64):
Buah mensyukuri nikmat kemerdekaan :
A. Allah akan menambah nikmat tersebut.
Allah berfirman dalam surat QS Ibrahim : 7, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
B. Nikmat syukur itu akan kembali kepada orang yang mensyukurinya.
Allah berfirman dalam surat QS Luqman : 12, "Dan barangsiapa siapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
C. Allah tidak menurunkan siksanya kepada orang yang bersyukur.
Allah berfirman dalam surat QS An Nisaa : 147, "Allah tidak akan menurunkan azab-Nya kepadamu, jika kamu bersyukur dan beriman". Akhirnya mari kita berdoa semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang bersyukur:
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, mensyukuri-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu".

Internet, Anak dan Pornografi

Beberapa hari yang lalu saya mendengar sebuah cerita, ada seorang anak kecil kelas 3 SD ya kira-kira berumur sekitar 8 tahun yang keranjingan main internet di warnet. Kebetulan rumahnya berada di daerah jogja pinggiran yang memang baru beberapa bulan tersentuh internet. Tampaknya memang bagus ada seorang anak, tinggal bukan di kota tetapi sudah rajin ke warnet. Tetapi nanti dulu, denger dulu kelanjutan ceritanya. Ternyata anak tersebut ke warnet hanya untuk melihat yang porno-porno entah itu gambar atau video, pokoknya yang xxx. Kebetulan sekali warnet tersebut, seperti kebanyakan warnet di jogja, kalau gak seluruhnya malah, memasang sekat tertutup sehingga berbentuk seperti bilik untuk setiap komputer, sehingga orang lain tidak bisa melihat apa yang kita lakukan di dalam bilik warnet. dengan begitu si anak leluasa untuk melakukan apa yang dia suka yaitu menonton gambar atau video porno.
Internet memang telah banyak membantu manusia dalam berbagai hal tetapi perlu diingat bahwa internet laksana sebuah pisau yang memiliki 2 sisi yang sama tajam. Jika digunakan untuk tujuan baik maka akan baik tetapi sebaliknya jika digunakan untuk tujuan gak baik ya hasilnya gak akan baik.
Sebenarnya siapa yang salah? si anak kecil yang suka nonton? internet yang terlalu vulgar? atau warnet yang tertutup rapat? Lebih baik tidak usah mencari siapa kambing hitam, tetapi bagaimana agar hal seperti itu tidak terjadi pada anak-anak lain.
Kalau saya perhatikan warnet-warnet di daerah tangerang tidak pernah memberi pembatas pada komputer-komputernya sehingga bisa saling mengintip apa yang dibuka orang lain. Memang privasi jadi kurang terjaga tetapi cara seperti itu bisa mencegah orang untuk membuka website-website yang kata orang bilang khusus dewasa. Meskipun hal tersebut tidak akan berpengaruh pada orang yang bermuka tembok, tetapi saya yakin jarang sekali orang yang dengan tanpa malu membuka website porno jika orang disebelahnya bisa dengan mudah melihat layar monitornya. Sedangkan di daerah jogja rata-rata warnet berbentuk bilik sehingga privasi lebih terjaga tetapi ya itu tadi bisa disalah gunakan untuk hal-hal yang tidak benar. Saya pernah mendengar bahwa banyak pasangan yang memanfaatkan warnet tertutup seperti untuk berbuat mesum, sperti apa perbuatanya, tidak usah dibahas.
Mungkin perlu adanya filter bagi warnet-warnet yang menerapkan model bilik seperti ini, mungkin dengan aplikasi yang bisa di remote dari server, sehingga saat ada anak kecil masuk, maka komputer yang dipakai anak tersebut tidak bisa mengakses content-content pornografi. Atau sekalian semua situs porno di blok lewat proxy misalnya, meskipun dengan cara yang kedua bisa menurunkan omzet warnet, karena saya yakin masih banyak orang yang khusus datang kewarnet hanya untuk melihat pornografi.
Dan lebih penting lagi adalah sedini mungkin memberi anak-anak bekal agama yang cukup, pengetahuan yang cukup, karena yang paling penting adalah benteng dari diri sendiri. Tanpa pengetahuan agama yang cukup maka seorang anak akan mudah terpengaruh temennnya yang mengajak melakukan hal yang kurang baik.

Beri Pemahaman Bermain Internet pada Anak

Ya! Pastikan anak anda harus aman dari hal-hal yang tidak semestinya mereka terima ketika bermain internet. Anak-anak jaman sekarang sudah bisa berdialog dengan orang asing lewat internet. Baik melalui fasilitas chatting atau instant messaging seperti Yahoo Messenger. Anda bisa memberi tahu anak agar jangan mengungkap identitas dengan jujur saat sedang chatting. Tetapi siapa bisa menjamin jika si anak sudah terlalu asyik bermain internet, ngobrol dengan orang asing.


Oleh karena itu, perlu sekali membekali si Upik atau si Badu sebelum mereka berselancar internet:



1. Katakan kepada si Upik atau si Badu untuk jangan pernah menyebutkan nama, alamat, nomor telepon atau informasi pribadi lainnya kepada seseorang secara online. Sekali informasi tersebar, akan sulit melacak.



2. Berkomunikasilah secara reguler (jangan cuma sekali) dengan si Upik atau si Badu. Berdialoglah di ruang keluarga. Sesekali bantu mereka mengerjakan PR. Sekali anda lepas mereka, maka mereka bisa melampiaskan dengan segala sesuatu hal yang negatif yang ada di internet.

3. Taruhlah komputer anda tidak di kamar si Upik atau si Badu. Tempatkanlah di area publik seperti ruang keluarga. Dengan begitu anda bisa mengontrol jika mereka sedang bermain internet. Banyak orang tua berpikir, sudah membantu anaknya dengan memberi mereke komputer dan koneksi internet. Padahal dampak yang diharapkan bisa saja terbalik.



4. Pilihkanlah alamat email si Badu atau si Upik. Nama jika mereka chatting atau bermain instant messaging. Jangan beri nama yang seksi karena bisa mengundang orang yang berniat buruk. Ingat, banyak predator di internet yang akan membujuk anak-anak dengan nama online seperti: "remajaseksi2005" atau "cewekmanis."



5. Gunakan teknologi untuk membantu Anda melindungi si Badu dan si Upik. Banyak software yang tersedia untuk memonitor penggunaan internet mereka.